SSB Kecam Langkah Indi Suryadi

oleh -3 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (11/6)

Ulah Indi Suryadi SH—oknum pengacara yang diduga meminta dana kepada sejumlah warga di Kecamatan Badas, Rhee dan Utan terkait kepentingannya dalam mendampingi terdakwa kasus pembunuhan Nurul Hakiki, dikecam sejumlah pihak.

Salah satu kecaman ini datang dari Satgas Sumbawa Bersatu (SSB). Menurut Koordinatornya, M Ridha Rahzen, kemarin, apapun alasannya, tindakan oknum pengacara ini dapat berpotensi terjadinya gangguan keamanan dan kondusifitas di Kabupaten Sumbawa. Bahkan dapat mengusik ketenangan salah satu etnis tertentu yang masih dibayangi dan mengalami traumatis masa lalu. Tentunya hal itu tidak boleh dibiarkan berlarut. Jika benar, oknum pengacara tersebut harus ditindak. “Kami tidak rela ada oknum-oknum yang mengusik tenangan masyarakat dan mengganggu situasi yang sudah kondusif ini,” tegasnya.

Apabila ada oknum yang melakukan hal itu, sebaiknya tidak diperkenankan ada di bumi Samawa yang sudah senap semu nyaman nyawe. “Lebih baik mengorbankan satu orang yang menyebabkan banyak orang menjadi korban. Dan lebih baik menyelamatkan orang banyak dengan mengorbankan satu orang,” cetus Ridha—akrab tokoh muda Sumbawa ini disapa.

Ridha sependapat dengan Kapolres Sumbawa bahwa keamanan dan kondusifitas daerah adalah harga mati. Dan menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama. Tentunya orang yang mengusik keamanan, harus juga dilawan secara bersama-sama.

Ridha mengingatkan banyak peristiwa kerusuhan yang sudah terjadi di daerah ini akibat ulah segelintir orang. Ini menjadi catatan sejarah kelam yang tidak boleh terulang kembali. Banyak korban berjatuhan, dan kerugian material yang tidak sedikit sebagai dampak dari peristiwa yang telah menciderai sebutan Sumbawa sebagai daerah terkondusif. “Jangan sampai ini terulang dengan ulah dan tindakan dari oknum yang tidak bertanggungjawab,” tegasnya.

Baca Juga  Semaput di Lokasi Tambang, Anggota TNI Meninggal

Seperti diberitakan, warga Dusun Kanar, Desa Badas, Kecamatan Labuhan Badas serta beberapa dusun di wilayah Rhee dan Kecamatan Utan, merasa resah. Hal ini terjadi diduga ulah Indi Suryadi SH. Pasalnya, oknum pengacara ini diduga meminta sejumlah dana kepada warga setempat yang digunakan untuk kepentingan berbelasungkawa kepada keluarga Nurul Hakiki—korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan di dalam karung. Ada juga khabar kalau sebagian warga tersebut juga diminta uang untuk kepentingan operasional pengacara tersebut dalam menangani kasus pembunuhan dimaksud. Kebetulan oknum pengacara ini menjadi anggota tim kuasa hukum yang membela terdakwa Dede. Aksi yang diduga dilakukan oknum ini sangat meresahkan, karena dikhawatirkan memantik terjadinya instabilitas, dan mengganggu kondusifitas wilayah Kabupaten Sumbawa yang sudah sangat kondusif ini. Karenanya perwakilan warga telah melaporkan oknum pengacara ini secara hokum kepada pihak kepolisian.

Sementara itu Indi Suryadi, mempersilahkan persoalan itu diproses hukum. “Proses hukum aja biar menarik,” katanya enteng.

Saat ditanya kebenaran permintaan dana dan apa tujuannya, Indi Suryadi, enggan memberikan penjelasan. “Tanya aja penyidik kalau ada laporan polisi, jangan tanya saya, Ok?,” ucapnya. (*)

 

iklan bapenda