Ayah Beri Komando, Anak Bantai Sang Paman

oleh -0 views
bankntb

Kasus Pembunuhan Lekong

Sumbawa Besar, SR (11/06)

amdal

Penyidikan kasus pembunuhan A Rahman Saleh atau yang dikenal dengan “Kasus Pembunuhan Lekong” berhasil dituntaskan penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) kepolisian Polres Sumbawa. Hal ini menyusul pelimpahan keempat tersangka beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Sumbawa, kemarin

Keempat tersangka itu adalah Ahmad Saleh—adik kandung korban bersama dua putranya Hendra dan Pandi, serta menantunya Jalaluddin. Sedangkan seorang lagi, AL—putra bungsu Ahmad yang masih berstatus pelajar SMP, telah menjalani proses persidangan dan dijatuhi hukuman 7 tahun penjara.

Kajari Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus tersebut, Deddi Diliyanto SH mengakui telah menerima pelimpahan berkas perkara kasus pembunuhan Lekong beserta tersangka dan barang bukti. ‘’Penanganan empat tersangka ini dijadikan dua berkas. Tersangka Hendra, Pandi dan Jalaluddin dijadikan satu berkas. Sedangkan Ahmad Saleh satu berkas,” kata Deddi akrab jaksa ramah ini disapa.

Dalam kesempatan itu Deddi mengungkap kronologis kasus yang mengerikan tersebut. Saat itu kelima tersangka (termasuk AL) mendatangi korban tengah bekerja di sawahnya bersama isteri, anak dan sejumlah kerabatnya.

Sebelumnya antara korban dan tersangka ada persoalan terkait harta warisan. Bahkan persoalan ini semakin meruncing ketika korban mencabut pohon bambu yang ditanam Ahmad Saleh (tersangka) di sawah milik korban. Dengan marahnya Ahmad Saleh mengajak ketiga anak dan menantunya mendatangi korban. Para tersangka datang dilengkapi senjata tajam. Ahmad Saleh memerintahkan keempatnya untuk membunuh korban. “oras samate, man beang telas (seret dan bunuh, jangan dibiarkan hidup),” perintah Ahmad yang merupakan adik kandung korban. Di TKP keempatnya mengelilingi  korban. Sebelum melakukan gerakan menghabisi, sempat terjadi dialog antara korban dan Ahmad Saleh yang mempertanyakan persoalan pohon bambu. Korban mengaku secara terus terang mencabutnya dan mempersilahkan adiknya itu untuk mengambil kembali pohon bamboo yang disimpan di sawahnya.

Baca Juga  Istri Prajurit Harus Menjaga Citra Diri dan Suami

Sejurus kemudian Ahmad Saleh memerintahkan para tersangka untuk menghabisi nyawa korban. Hendra yang berdiri di belakang korban langsung membuka penyerangan menebas bagian belakang kepala korban hingga terhuyung. Dalam kondisi tersebut dua tersangka lainnya, Pandi dan Jalaluddin mendorong tubuh korban hingga terjatuh di lumpur. Ketiga tersangka secara bersama-sama membantai dan mencincang tubuh korban. Atas perbuatannya keempat tersangka ini dikenakan dakwaan kombinasi. Dalam dakwaan ke-1 primair tersangka dijerat pasal 340 junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang pembunuhan berencana. Dakwaan subsidairnya, tersangka dijerat pasal 338 junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP tentang pembunuhan. Pada dakwaan lebih subsidair, tersangka dijerat dengan pasal 351 atau ke-2 pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP yakni dengan terang-terangan dan tenaga bersama melakukan pengeroyokan terhadap korban yang mengakibatkan mati. Saat ini pihaknya tengah menyusun dakwaan, dan rencananya akan segera dilimpahkan ke pengadilan untuk proses persidangan. (*)

 

iklan bapenda