Camat Lape: Jatah BBM SPBU Lape Harus Ditambah

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (06/06)

Lukman AR, S.Sos, Camat Lape
Lukman AR, S.Sos, Camat Lape

Camat Lape, Lukman AR S.Sos, mendesak pihak Pertamina untuk menambah kuota BBM terutama jenis solar untuk SPBU di wilayahnya. Permintaan ini adalah upaya pemerintah setempat meminimalisir persoalan yang terjadi di SPBU tersebut yang berpotensi mengganggu stabilitas setempat. Sebab banyak petani dan warga khsususnya di Kecamatan Lape mengeluh tidak mendapatkan BBM. Padahal keberadaan SPBU itu berada di wilayahnya yang seharusnya mereka tidak kesulitan mendapatkan BBM. Sehingga warga berpendapat keberadaan SPBU tidak memberikan manfaat bagi mereka, sehingga muncul keinginan warga agar sebaiknya SPBU tidak ada di Lape. “Inilah keluhan dan pengaduan masyarakat yang kerap kami terima, dan kami tidak bisa berbuat banyak, karena kami tidak memiliki kewenangan,” ucapnya, Kamis (5/6).

amdal

Ia mengaku telah mendapat klarifikasi dari pemilik SPBU. Menurut Musher—panggilan pemilik SPBU, ungkap Lukman—akrab camat vocal ini disapa, munculnya persoalan itu karena jatah atau kuota BBM untuk SPBU Lape telah dikurangi. Senin, Rabu dan Jumat yang biasanya 15 KL menjadi 10 KL, kemudian Selasa dan Kamis yang biasanya 10 KL dikurangi menjadi 5 KL, serta Sabtu 25 KL menjadi 15 KL. Sementara kebutuhan masyarakat terutama petani di wilayah Lape, Lopok dan Maronge, terhadap BBM solar, sangat tinggi, karena memasuki musim tanam dan penangkutan hasil pertanian.

“Agar persoalan ini tidak berlarut dan masyarakat tidak saling menuding dan mencurigai, satu-satu jalan adalah menambah kuota BBM di SPBU Lape,” tandasnya.

Baca Juga  Sejumlah Ilmuwan Dunia "Berwisata" di Lembah Perung

Pengurangan jatah BBM oleh Pertamina di SPBU Lape, diakui Musher yang dihubungi belum lama ini. Dengan kekurangan tersebut, pihak SPBU

menyiasatinya dengan membatasi permintaan jatah menggunakan rekomendasi.  Pemberian BBM dibatasi 1-2 drum per rekomendasi. Musher juga tak menampik tingginya kebutuhan masyarakat terhadap BBM dalam beberapa bulan ini terutama para petani, karena memasuki musim tanam dan pengangkutan hasil pertanian. “Kebutuhan banyak, tapi kami hanya bisa memberi sedikit,” ujarnya, sembari berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut. (*)

 

iklan bapenda