Datangi Polisi, Andis Minta Diperiksa

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (05/06)

Andi Rusni SE, politisi Gerindra
Andi Rusni SE, politisi Gerindra

Andi Rusni SE—Caleg DPRD Sumbawa terpilih mendatangi penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, Rabu (4/6). Kedatangannya untuk memberikan keterangan kepada penyidik setempat, menyusul laporan Muslimin alias Tikam—Sekretaris AMPPETAS terhadap dirinya atas dugaan tindak pidana pengancaman sebagaimana yang tertuang dalam laporan polisi No. LP/410/VI/2014. “Andi Rusni datang sendiri untuk memberikan klarifikasi sekaligus dibuatkan BAP sebagai terlapor,” kata Kapolres Sumbawa melalui Kasat Reskrim, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Erwan Yudha Perkasa SH.

Sebelumnya pihaknya telah meminta keterangan Muslimin sebagai saksi pelapor dan telah menjadwalkan pemanggilan sejumlah saksi.

Untuk diketahui, dalam keterangannya Muslimin menyebutkan Andi Rusni mengancamnya via telepon seluler. Saat pengancaman itu, Muslimin sedang berada di Jalan Margonda Raya, Kecamatan Depok, Jawa Barat. Terduga pengancam ini mengatakan akan menghabisi Muslimin beserta keluarganya.

Sementara Andi Rusni yang ditemui usai pemeriksaan, kembali membantah melakukan pengancaman, namun mengaku pernah menghubungi Muslimin via telepon. Dalam percakapan melalui telepon seluler itu, Andis—akrab Caleg Gerindra terpilih ini menyatakan tidak pernah ada kalimat sebagaimana yang disebutkan Muslimin. “Kalau marah ya, saya akui. Tapi kalau mengancam saya merasa tidak pernah melakukannya,” ujar Andis—akrab politisi Gerindra ini disapa.

Kemarahannya terhadap Muslimin alias Tikam, dinilai Andis, sangat wajar dan manusiawi. Sebab Tikam yang merupakan orang kepercayaannya tega “menikam” dari belakang. “Dia menghianati saya,” kata Andis.

Baca Juga  15 Sekolah Terjerat Bansos, Kadis Diknas: Serahkan ke Proses Hukum

Tikam adalah orang yang direkomendasikannya sebagai saksi Gerindra pada Pemilu Legislatif (Pileg) untuk TPS 17 Kelurahan Seketeng. Selain itu Tikam masih berhubungan keluarga dengan dirinya, bahkan kerap membantu Tikam dan keluarganya ketika ada persoalan. Pasca Pileg, muncul isu mengenai dugaan kecurangan di semua TPS wilayah PPN Bukit Indah Kelurahan Seketeng.

Tentu saja petugas PPS dan PPK setempat keberatan, karena isu itu tidak benar dan sesungguhnya pelaksanaan Pileg di wilayah tersebut berjalan jujur dan tidak ada kecurangan. Andis pun menilai pasti ada pihak luar yang menyebarkan informasi yang salah, sehingga memunculkan gejolak di PPN Bukit Indah yang juga lingkungan tempat tinggalnya.

Muncul informasi jika isu kecurangan itu sudah dilaporkan ke Bawaslu. Usut punya usut yang melaporkan tersebut adalah Muslimin. “Saya kaget dan marah mengetahui Tikam yang melaporkannya. Padahal dia adalah bagian dari saya. Dan yang mengejutkan lagi, selain menjadi saksi Gerindra, Tikam juga saksi partai lain,” ungkapnya.

Dia pun langsung menghubungi Tikam via telepon seluler. Dengan nada marah Andis menyesalkan tindakan Tikam yang sampai hati menghianatinya.

Jika kemarahannya ini dianggap pengancaman, hal itu sangat berlebihan. Dan ada upaya untuk mengkait-kaitkan komunikasi va telepon antara dia dan Tikam dengan kasus pengrusakan sebuah rumah tempat berkumpulnya orang-orang yang tidak diketahui asalnya. Meski demikian Ia menghargai proses hukum yang sedang berproses dan akan selalu kooperatif. (*)

iklan bapenda