TKI Masih Menjadi Primadona

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (03/06)

Bekerja ke luar negeri menjadi Tenaga Kerja Indonensia (TKI) masih menjadi primadona bagi sebagian masyarakat di Kabupaten Sumbawa. Buktinya, dalam 4 bulan atau hingga April 2014 ini tercatat 1.303 TKI asal Bumi Sabalong Samalewa yang mengadu nasib di luar negeri demi memperbaiki ekonomi keluarga.

amdal

Data di Disnakertrans Sumawa menyebutkan Negara Timur Tengah masih menjadi destinasi utama bagi para pahlawan devisa, kendati hingga kini pintu moratorium negara tujuan Saudi Arabia belum juga dibuka.

Oman, menjadi negara tujuan yang paling diminati oleh TKI. Di sana ada  600 TKI asal Sumbawa yang tengah bekerja, disusul Bahrain 170, Qatar 114 dan Uni Emirat Arab 111 orang.

Sementara di Brunei Darussalam 115 TKI, Hongkong 105, Malaysia (42), Taiwan 42 dan Singapura 9. Angka ini belum termasuk negara lain yang juga menjadi tujuan TKI asal Sumbawa.

Kabid Penempatan dan Perluasan Lapangan Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, Nurhikmah SPt, mengakui TKI masih menjadi primadona bagi masyarakat di Sumbawa.

Ia menyebut beberapa alasannya di antaranya memperbaiki ekonomi keluarga, rendahnya gaji dan minimnya lowongan kerja di dalam negeri terutama bidang informal. “Inilah beberapa alasan mengapa masyarakat kita lebih cenderung bekerja ke luar negeri daripada di dalam negeri,” ujarnya.

Untuk tahun ini sambungnya, Disnakertrans memprediksikan 4.000 lebih TKI Sumbawa yang akan berangkat ke luar negeri. Prediksi tersebut didasari bahwa ada rencana pintu moratorium untuk negara tujuan Saudi Arabia dibuka tahun ini juga. “Informasi yang kami dapat pemberangkatan TKI ke Saudi Arabia tahun ini akan dibuka lagi,” imbuhnya.

Baca Juga  Gubernur NTB Pastikan Pembangunan Sirkuit MotoGP dan KEK Mandalika Berlanjut

Selain Saudi Arabia yang masih ditutup sampai hari ini tambah Nurhikmah, negara tujuan Abu Dhabi juga ditutup. Penutupan ini terkait ada beberapa item perjanjian kerja yang akan diperbaiki, termasuk penyelesaian sejumlah kasus TKI seperti kelebihan kontrak dan pelecehan seksual. “Ada beberapa item perjanjian kerja yang mesti diperbaiki begitu juga dengan kasus TKI yang terjadi di Abu Dhabi akan dituntaskan dulu. Setelah ini semua selesai pengiriman TKI ke Abu Dhabi kembali dibuka lagi. Insya Allah tahun ini dibuka berbarengan dengan Saudi Arabia,” pungkasnya. (*)

iklan bapenda