Sang Diva, Pendatang Baru yang Berprestasi

oleh -14 views
Wirawan S.Si MT, Pemilik Nawacita
bankntb

Sumbawa Besar, SR (03/06)

Putri Bungsu
Putri Bungsu

Sang Diva bukan sebutan untuk Kris Dayanti, Ruth Sahanaya, dan Titi DJ—para penyanyi papan atas. Tapi Sang Diva adalah nama kuda pacuan milik Wirawan S.Si MT, Kabag APP Setda Sumbawa yang tinggal di Panto Daeng, Kelurahan Brang Bara. Meski pendatang baru di Arena Pacuan “Angin Laut” Penyaring Moyo Utara, namun namanya mulai meroket seiring dengan prestasi yang diraihnya pada lomba pacuan kuda tingkat nasional yang memperebutkan Piala Gubernur NTB Tahun 2014, belum lama ini. Bahkan kuda yang berumur 1,6 tahun hasil peranakan campuran–Kuda Sumbawa dan Sumba (Sandel Wood) ini sudah mulai diperbincangkan para pecinta kuda, dan sudah banyak yang ingin membelinya dengan harga yang fantastis. Sang Diva berhasil memikat hati pecinta kuda setelah menjuarai Kelas TK A dan berhak menyumbangkan satu unit sepeda motor kepada pemiliknya. Di Kelas ini Sang Diva secara mengejutkan mengalahkan sejumlah kuda unggulan yang memiliki jam terbang yang tinggi. Sebut saja Kerispatih milik Sri Dompu, Laskar Pelangi milik Sania dari Bima, Maha Dewi (Gunawan Sape), Kharisma (Rangga–Sabang Moyo Utara) dan Payung Hitam milik Ridho (Malili Kecamatan Moyo Hilir).

Sang Diva dan Joki, serta Hadiah Sepeda Motor
Sang Diva dan Joki, serta Hadiah Sepeda Motor

Wirawan, pemilik Sang Diva kepada SR, mengaku Sang Diva baru pertamakali mengikuti kejuaraan. Dan Sang Diva belum lama mengenal medan. “Baru sekitar 4 bulan sebelum kejuaraan di Angin Laut Penyaring, kuda saya ini dicoba untuk mengenal arena,”  kata Wirawan.

Baca Juga  Hujan Deras, Hotel Cendrawasih Sumbawa Terbakar

Selama dalam masa pemeliharaan, SD—sebutan Sang Diva, menunjukkan bakat yang bagus. Beberapa kali latihan SD tampil dominan sehingga tak mengherankan pada Kejuaraan Pacuan Kuda Gubernur Cup kemarin mampu menjadi yang terdepan. “Sang Diva adalah kuda tipe kejar dan kuat. Artinya di awal star tidak langsung nomor satu, tapi di pertengahan menjelang finish dia geber kekuatan mengejar lawannya hingga menjadi yang tercepat,” ucap Wirawan bangga, seraya berharap di kejuaraan mendatang, SD masih tetap berprestasi.

Bukan hanya Sang Diva, Wirawan mengaku memiliki dua kuda lainnya yang dilepas di Arena Angin Laut mengikuti event bergengsi yang digagas Dr H Zulkieflimansyah M.Sc (Doktor Zul). Adalah Putri Bungsu dan Bunda Pertiwi. Meski tidak juara seperti saudara sekandangnya Sang Diva, namun dua kuda tersebut mampu menembus semi final masing-masing turun di Kelas TK A dan OA. “Ini di luar dugaan,” ucap Wirawan yang mengaku hobby kuda pacuan sejak bocah hasil turun temurun dari ayah dan kakeknya.

Putri Bungsu yang masih berumur 10 bulan ini merupakan anak “Rider” kuda Sumba milik Doktor Zul. Sedangkan Bunda Pertiwi yang telah berumur hampir 2 tahun adalah peranakan lokal Sumbawa. “Semua kuda-kuda itu kami rawat dengan baik. Makanan berupa dedak dan rumput campur jagung, rutin diberikan, termasuk vitamin, air gula merah plus telur bebek,” beber Wirawan membuka rahasia di balik kekuatan kuda-kudanya.

Baca Juga  Gubernur NTB Lantik Ketua dan Pengurus KTNA NTB
Sang Diva dan pemiliknya, Wirawan
Sang Diva dan pemiliknya, Wirawan

Di bagian lain Wirawan menilai positif event pacuan kuda yang kerap diselenggarakan Doktor Zul, dan harus didukung semua pihak termasuk Pemda Sumbawa. Sebab pacuan kuda tidak hanya sekedar hobby individu, tapi sebagai identitas Sumbawa. “Kudanya mau dari Bima, Dompu, dan Sumba, tetap orang mengatakan Kuda Sumbawa, inilah identitas yang harus tetap dilestarikan yang diperkuat melalui event-event seperti ini,” ujar birokrat muda yang dinilai cerdas ini.

Pacuan kuda dapat dimanfaatkan sebagai peluang pariwisata, mengingat kegiatan itu sebagai atraksi masyarakat yang unik. “Jika Pemda mau mengeluarkan dana 3-4 juta dalam sebulan menggelar event seperti ini maka akan memunculkan multiplier effect yang jauh lebih besar,” cetusnya.

Seperti, hidupnya UKM (usaha kecil menengah), munculnya gairah masyarakat Sumbawa untuk beternak kuda yang secara ekonomis jauh lebih menguntungkan dari ternak lainnya, jika sudah memiliki ‘nama’ dalam kejuaraan sudah pasti harganya melambung tinggi. (*)

iklan bapenda