Sumbawa Besar, SR (12/05)

Kepastian Maskapai Garuda Airlines membuka rute penerbangan di Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa Besar, bakal terealisasi. Sebab menurut informasi, tim dari Garuda Indonesia akan melakukan survey di daerah ini yang rencananya 19—23 Mei 2014. Selain melihat kondisi bandara dan ketersediaan kantor perwakilan, penyambutan pemerintah daerah (Pemda) menjadi sangat penting dalam memberikan kesan antusias masyarakat dan pemerintah terhadap maskapai tersebut.
Ketua DPRD Sumbawa, H Farhan Bulkiyah SP yang ditemui Sabtu (10/5), menyatakan mobilisasi penerbangan menjadi kebutuhan masyarakat dan daerah ini. Karenanya tidak ada alasan bagi pemerintah daerah untuk tidak menyambut kedatangan tim survey Garuda Indonesia secara antusias. “Ini khabar menggembirakan, dan harus disambut dengan antusias,” kata Haji Farhan—sapaan akrab politisi Golkar ini.
Tahun lalu diakui Haji Farhan, mobilisasi penerbangan di Bandara Sultan Kaharuddin sangat lancar, selain Trans Nusa melayani penerbangan setiap hari, Merpati Nusantara Airlines juga beroperasi 3 kali dalam seminggu. Namun satu bulan terakhir ini, kondisi penerbangan mengalami goncangan. Merpati angkat kaki, sedangkan Trans Nusa mengurangi intensites penerbangan, menjadi tiga hari seminggu, inipun semakin tidak jelas karena kerap molor dari jadwal yang ditetapkan. Hal tersebut sangat berpengaruh besar bagi kelangsungan investasi di daerah ini, termasuk kegiatan pemerintahan menjadi terganggu.

Khabar kehadiran maskapai Garuda menurut Haji Farhan, menjadi angin segar dalam mengatasi persoalan penerbangan di daerah. Karenanya tidak hanya menyambutnya, bila perlu sebelum kedatangan tim, Pemda harus proaktif. “Kalau perlu kita yang datang ke kantor Garuda, kita jemput bola karena ini kepentingan daerah kita,” cetusnya.
Harus ada komunikasi dengan Garuda agar Pemda dapat mengetahui apa yang mereka perlukan selama survey, apakah data, penginapan dan lainnya sehingga apa yang menjadi harapan mereka nyambung dengan apa yang dilakukan Pemda.
Tak hanya itu, Pemda Sumbawa harus segera berkoordinasi dengan Pemprov NTB untuk membicarakan konsep-konsep yang akan diterapkan ketika pesawat Garuda telah mendarat di Bandara Sultan Kaharuddin. Ketika harus disubsidi, dapat dilakukan dengan melakukan sharing dana oleh dua pemerintah ini.
Pemda juga harus aktif berkoordinasi deengan Kementerian Perhubungan, bagi rencana perpanjangan runway bandara agar dapat didarati pesawat yang berkapasitas besar. Sebab selain Garuda ada juga maskapai lain seperti Lion yang berminat mendarat di Sumbawa.
Sementara Bupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik, Minggu (11/5), mengakui kondisi penerbangan di Bandara Sultan Kaharuddin, bermasalah. Hal ini terjadi karena tidak jelasnya jadwal penerbangan yang ada (Trans Nusa). Terkadang para penumpang sudah tiba bandara, tanpa diduga maskapai membatalkan penerbangan. Kenyataan ini membuat calon penumpang tidak berani berspekulasi, padahal minat mereka menggunakan jalur lalulintas udara sangat besar. “Inilah yang membuat masyarakat enggan karena tidak jelasnya jadwal, akibatnya jumlah penumpang berkurang,” ujarnya.
Bupati mengaku telah mengundang direktur Trans Nusa menanyakan kondisi tersebut. Mereka memberikan klarifikasi bahwa jalur yang ditempuh terlalu banyak tidak sesuai dengan kemampuan armada yang dimiliki. “Jadi bukan persoalan penumpang,” kata JM—panggilan Bupati.
Dengan rencana kehadiran Garuda, ucap JM, akan menjadi solusi bagi permasalahan penerbangan di daerah ini dan berharap maskapai tersebut dapat melayani dua kali dalam sehari. JM mengaku menggunakan transportasi udara terutama bagi pejabat dan PNS yang melakukan perjalanan dinas terbilang hemat. Bupati mencontohkan saat ia berangkat ke Mataram melalui udara hanya mengeluarkan dana Rp 400 ribu. Jika melalui darat, selain SPPD nya, juga harus ada SPPD sopir dan ajudan, belum lagi BBM dan biaya penyeberangan. “Pemda sangat mendukung masuknya Garuda. Sebab dengan lancarnya transportasi darat, laut dan udara, pasti berpengaruh pada proses-proses peningkatan kesejahteraan,” ucapnya.
Terkait penambahan panjang runway, Bupati menyatakan rencananya akan direalisasikan Tahun 2015 mendatang. Yang ada saat ini 1.600 meter, jika ditambah 200 meter lagi, akan aman didarati pesawat TR berpenumpang 90 orang. (*)