Pasukan Pengamanan Sidang Nurul Ditambah

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (31/05)

pasukan 1Kericuhan yang sempat mewarnai sidang perdana pembunuhan Nurul Hakiki yang digelar di Pengadilan Negeri Sumbawa, Rabu (28/5) menjadi perhatian aparat kepolisian. Meski pengamanan dapat mengantisipasi situasi tersebut, namun untuk ke depan aparat kepolisian akan berusaha agar persidangan berjalan aman dan lancar, serta memberikan kenyamanan kepada majelis hakim yang menyidangkannya.

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (30/5), mengakui kondisi yang terjadi yang pada sidang perdana kemarin. Untuk sidang yang sama pada pekan mendatang, pihaknya akan mempertebal pengamanan dengan menambah jumlah anggota. Sebelumnya pihaknya menurunkan 80 personil untuk mengamankan jalannya persidangan, dan pengamanan itu dilakukan secara terbuka dan tertutup.

Hal ini dilakukan untuk mengkondusifkan proses persidangan, serta memberi kenyamanan kepada jaksa dan hakim yang menangani perkara itu, sehingga menghasilkan putusan yang seadil-adilnya. Apalagi penyidik kepolisian menerapkan pasal maksimal yakni 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. Hal ini didasarkan fakta hokum sesuai keterangan sejumlah saksi.

Karenanya Ia berharap para pengunjung sidang terutama keluarga korban dapat menahan diri, mengikuti persidangan dengan tertib, dan mempercayakan proses tersebut kepada aparat hokum. “Kami mohon jaga kondusifitas, jangan terprovokasi, dan jangan menjadi provokator,” pinta Kapolres.

Seperti diberitakan, sidang perdana kasus pembunuhan Nurul Hakiki—mayat yang ditemukan di dalam karung, Rabu (28/5) lalu, sempat ricuh. Keluarga korban yang sejak pagi memadati Kantor Pengadilan Sumbawa, histeris melihat kedatangan terdakwa yang dikawal aparat kepolisian, sekitar pukul 11.00 Wita. Terdakwa berinisial IKP alias Dede, yang digiring menuju tanahan sementara di PN Sumbawa terus diteriaki dan dimaki keluarga korban yang tampak emosi dan berusaha merangsek hendak menghakiminya. Namun pagar betis aparat tak bisa ditembus. Sidang kasus pembunuhan yang sempat menggegerkan masyarakat Sumbawa ini mendapat pengamanan ekstra ketat. Tiga pleton aparat kepolisian disiagakan di luar dan dalam kantor pengadilan. Setiap pengunjung harus melewati pemeriksaan di pintu gerbang, pintu masuk kantor pengadilan dan pintu masuk ruang sidang. Satu per satu pengunjung dilakukan pemeriksaan menggunakan metal detector.

Baca Juga  Sidang Pemecatan Tukul, Tim Etik Polres Sumbawa Bertolak ke Bali

Usai sidang, sejumlah keluarga korban kembali berkumpul di lorong yang merupakan jalan keluar terdakwa menuju mobil tahanan. Melihat hal itu, aparat kepolisian langsung membentuk blockade guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Saat terdakwa melintas dikawal ketat aparat kepolisian, cacian kembali meluncur. Keluarga korban tak bisa menahan emosi berusaha menghakimi terdakwa. Aksi saling dorong antara keluarga korban dan polisi tak terelakkan. Terdakwa pun berhasil dievakuasi ke mobil tanahan kejaksaan yang langsung tancap gas meninggalkan kantor pengadilan. (*)

iklan bapenda