Digasak Maling, Ratusan Juta Hilang di Mobil

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (31/05)

Mawardi (korban) menunjuk kaca mobil yang pecah
Mawardi (korban) menunjuk kaca mobil yang pecah

Mawardi (40) dan Ikir (38) seketika lemas. Pasalnya, tas berisi uang Rp 304 juta milik keduanya lenyap saat disimpan di bawah jok mobil yang terparkir di sebuah warung depan Kantor DPRD Sumbawa, Kilometer 5, Jumat (30/5) sekitar pukul 13.00 Wita. Diduga kuat uang ratusan juta rupiah yang baru saja diambil dari Bank BRI Cabang Sumbawa tersebut, diambil orang. Sebab kaca depan mobil bagian samping sopir hancur, diduga dihantam pelaku. Kasus pencurian ini telah ditangani penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa. Mobil putih bernopol N 1007 VK telah diamankan untuk dijadikan barang bukti. Sedangkan kedua korban dimintai keterangan sebagai dasar penyidikan lebih lanjut.

amdal

Salah seorang korban, Mawardi yang ditemui di Polres Sumbawa, sore tadi, mengaku uang sebesar Rp 304 juta itu baru saja ditransfer dari bossnya yang ada di luar daerah yang akan digunakan untuk membayar jagung para petani di Plampang dan Labangka. Dia dan rekannya, Ikir merupakan petugas lapangan yang mengumpulkan komoditi jagung, untuk selanjutnya dikirim. Kebetulan saat itu, banyak jagung petani yang dikumpulkan dan belum dibayar. Keduanya–Mawardi asal Lotim dan menetap di SP 1 Kecamatan Plampang, dan Ikir asal Loteng tinggal di Labangka 1 Kecamatan Labangka, menggunakan mobil meluncur ke Sumbawa untuk mengambil uang di Bank BRI Cabang Sumbawa. Karena mengantri, keduanya mendapat giliran sekitar pukul 11.50 Wita. “Saya ambil 200 juta, sedangkan teman saya Ikir ambil 104 juta,” kata Mawardi.

Baca Juga  Selamatkan Uang Negara, Wabup KSB Minta Bantuan Jaksa
Kapolres Karsiman (baju biru) cek kondisi mobil
Kapolres Karsiman (baju biru) cek kondisi mobil

Uang tersebut kemudian disatukan dan dimasukkan ke dalam tas, lalu meluncur pulang menuju Plampang. Tapi, Ikir yang mengemudi mobil, mengaku lapar dan mengajaknya mampir di warung untuk mengisi perut yang keroncongan. Mereka berhenti di warung depan gedung DPRD Sumbawa, dan tas berisi uang ratusan juta ini ditinggalkan di dalam mobil, tepatnya di bawah jok samping sopir. “Sengaja uang kami simpan di dalam mobil, selain kami nilai aman karena kondisi mobil yang terkunci rapat dan dilengkapi alarm, juga untuk menghindari kecurigaan orang di warung ketika melihat kami menenteng tas berisi uang,” aku Mawardi.

Tak lama mengisi perut, merekapun beranjak hendak melanjutkan perjalanan. Betapa terkejutnya saat melihat kaca bagian saping sopir hancur berantakan. Yang membuat jantung mereka copot, tas berisi uang tersebut telah raib.

Ikir (baju belang) sopir mobil
Ikir (baju belang) sopir mobil

Mawardi mengaku tak mendengar sedikit pun suara pecahan kaca mobil, karena suara bising kendaraan yang lalu-lalang. Lebih anehnya lagi, saat pelaku beraksi memecahkan kaca, suara alarm tidak berbunyi. “Ini yang kami tak habis pikir,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Ikir. Dia mengaku heran alarm mobilnya tidak berbunyi. Menurutnya jika kaca dihancurkan, alarm mobil tidak berbunyi, kecuali pintu dibuka. “Bagaimana pelaku melakukan aksinya sehingga tak terdengar,” katanya keheranan.

Sementara itu Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM membenarkan adanya laporan kasus pencurian tersebut. Saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan, dan Tim Buser sedang berada di lapangan berusaha mengungkap pelakunya. (*)

iklan bapenda