Rabecca Dibunuh Karena Hutang Piutang

oleh -5 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (29/05)

terdakwa pembunuh Rebecca Disidang
terdakwa pembunuh Rebecca Disidang

Sidang pembunuhan Rebecca Helona yang digelar di Pengadilan Negeri Sumbawa, Rabu (28/5) berlangsung aman. Kondisi ini terlihat berbeda dengan sidang kasus pembunuhan Nurul Hakiki yang dilaksanakan pada hari yang sama. Saat itu sidang kasus Nurul Hakiki tampak ricuh karena keluarga korban nyaris menghakimi terdakwa.

amdal

Kondisi yang tenang ini membuat SHB—terdakwa pembunuhan Rebecca, merasa nyaman dan tidak tertekan. Sejumlah pertanyaan yang dialamatkan kepadanya oleh majelis hakim dipimpin Ketua Majelis Hakim Reza Tyrama SH, didampingi anggota M Nur Salam SH, dan Ainun Arifin SH, dapat dijawab dengan baik dan lancar.  Dalam sidang beragendakan pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), terdakwa yang merupakan oknum guru SD di Maronge ini didampingi tim kuasa hukumnya, Kamil Takwim SH dan Ahmadul Kusasih SH.

JPU Muhammad Isya Ansori SH
JPU Muhammad Isya Ansori SH

Dalam dakwaannya, JPU Muhammad Isya Ansori SH mengungkapkan kronologis kasus pembunuhan tersebut. Berawal dari pertemuan terdakwa dan korban di lahan kosong di depan gudang kayu CV Rembulan, Karang Unter, Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, 9Januari lalu. Kedua suami istri (nikah sirri) bertemu untuk membicarakan masalah hutang-piutang. Namun sebelum keduanya bertemu, terdakwa meminta tukang ojek membawakan kwitansi terkait piutang untuk ditandatangani korban. Tapi korban Rebecca Helona menolak menandatangani kwitansi. Tukang ojek inipun kembali menemui terdakwa menyampaikan hal itu, dengan marah terdakwa merobek kwitansi dan membuangnya ke sungai.

Baca Juga  Pantau Perkembangan Cuaca, Polairud Lobar Siagakan Kapal Patroli

Terdakwa kemudian menghubungi korban dan meminta untuk bertemu di TKP. Sebelum beranjak ke TKP, terdakwa meminjam sepeda motor serta parang yang diselipkan di pinggangnya. Sekitar pukul 18.00 Wita, keduanya bertemu, setelah terdakwa kembali menghubungi korban. Keduanya pun terlibat cekcok terkait masalah piutang. Karena merasa dibohongi, terdakwa marah lalu mencabut parang menebas korban di bagian kepala. Seketika korban jatuh tersungkur ke tanah dan posisi sujud, terdakwa kembali mengayunkan parangnya ke leher bagian belakang korban. Luka yang sangat parah dan darah yang mengucur deras, membuat korban menghembuskan napas terakhir.

Atas dakwaan JPU tersebut, terdakwa melalui penasehat hukumnya, Kamil Takwim, SH menyatakan tidak akan mengajukan pembelaan atau eksepsi. “Kami tidak akan mengajukan eksepsi atau pembelaan. Kami mohon agar majelis hakim segera melanjutkan proses persidangan,” pinta Win—akrab pengacara nyentrik ini.

Selanjutnya majelis hakim meminta JPU untuk mengajukan para saksi pada persidangan Senin 2 Juni mendatang. (*)

 

iklan bapenda