Pileg Tuntas, KPU Bakar 1.379 Surat Suara

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (28/05)

Ketua KPU Syukri Rahmat dan Kabag Ops, Kompol Hutagalung
Ketua KPU Syukri Rahmat dan Kabag Ops, Kompol Hutagalung

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa melakukan pemusnahan sebanyak 1.379 surat suara pemilu legislative (Pileg) 2014, Senin (26/5). Selain pemusnahan surat suara, KPU setempat juga melakukan pengosongan kotak suara yang akan digunakan untuk kegiatan Pemilu Presiden (Pilpres) Juli mendatang. Hadir dalam kegiatan itu, Ketua KPU Syukri Rahmat S.Ag beserta sejumlah anggotanya, dan Kabag Ops, Kompol M Hutagalung mewakili Kapolres Sumbawa.

amdal

Ketua KPU Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag menyebutkan, surat suara yang dimusnahkan ini sebelumnya diamankan di Polres Sumbawa. Hal ini dilakukan agar tidak digunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Selain itu pemusnahan dilakukan karena proses tahapan Pemilu legislative sudah tuntas. “Ada 1.379 surat suara yang diamankan dan kemudian dimusnahkan hari ini (Senin lalu) terdiri dari  369 surat suara DPR RI, 796 DPD, dan 11 DPRD Provinsi, serta 203 surat suara DPRD Sumbawa meliputi 1 Dapil 1, 30 dapil 2, 38 Dapil 3, 70 Dapil 4 dan 64 lembar Dapil 5,” bebernya.

Koosngkan Kotak Suara
Koosngkan Kotak Suara

Di samping pemusnahan surat suara, Syukri—akrab komisioner santun ini disapa, KPU juga melakukan pengosongan kotak suara untuk digunakan pada Pemilu Presiden yang rencanakanya akan menghabiskan waktu satu minggu ke depan. Untuk diketahui, kotak suara yang akan digunakan pada Pilpres mendatang, sebanyak 936 buah, berkurang dari jumlah pemilu legislative yang mencapai 1.158 kotak suara.

Baca Juga  Alumni FKMM/FMN Reuni dan Buka Puasa Bersama

Di bagian lain, Syukri mengakui ada beberapa anggota PPK dan PPS yang diganti. Anggota PPK dimaksud tersebar di beberapa kecamatan yakni 2 di Alas, 1 Labuan Badas dan 1 Kecamatan Lape. Demikian dengan anggota PPS. Namun pergantian ini bukan karena anggota tersebut tersangkut persoalan kecurangan dan manipulasi pada Pileg kemarin, melainkan kinerjanya kurang maksimal karena profesi mereka sebagai bisnismen. “Semua anggota PPK dan PPS di Kabupaten Sumbawa steril dari hal-hal yang sifatnya kecurangan dan manipulasi,” pungkasnya. (*)

iklan bapenda