Gubernur Siap Bantu Pembangunan IISSB

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (26/05)

batu pertama 1Institut Ilmu Sosial Seni dan Budaya (IISSB) Samawa Rea di Kabupaten Sumbawa mulai berdiri. Hal ini ditandai dengan peletakan baru pertama pembangunan perguruan tinggi tersebut oleh Gubernur NTB, Dr TGKH M Zainul Majdi MA, di lokasi Pacuan Kuda Angin Laut, Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Sumbawa, Minggu (25/5). Saat itu Gubernur didampingi istrinya, Hj Erica Zainul, Inisiator IIISB, Dr H Zulkieflimansyah MSc, Rektor IISSB  Muhammad Yamin SH MH, ketua DPRD Sumbawa H Farhan Bulkiyah SP, Kadis Diknas Sudirman Malik, dan sejumlah sisten dan pejabat teras Pemprov NTB.batu pertama2

Dalam laporannya, Rektor IISSB, Muhammad Yamin SH MH mengatakan, keberadaan institute tersebut bertujuan untuk melahirkan SDM berkualitas dalam upaya penguatan nilai budaya daerah dalam memperkaya kebudayaan nasional. Gagasan pendirian pendirian IISSB ini sebagai pengakuan bakat dan minat masyarakat Sumbawa yang dinilai sangat konsen dengan ilmu sosial. Sekaligus menampung kreativitas masyarakat yang sangat termotivasi dengan kegiatan seni dan budaya, sehingga dengan adanya wadah ini mereka mampu berbicara ilmiah, melakukan penelitian dan pengabdian dengan kompetensi yang dimiliki.

Dr Zulkiefimansyah
Dr Zulkiefimansyah

Selain itu IISSB menjadi ‘pasar’ bagi yang sudah tua namun berkeinginan untuk melanjutkan studi tanpa meninggalkan pekerjaan pokoknya.

Ia optimis IISSB akan cepat maju mengikuti jejak UTS, mengingat yang menginisiasinya adalah yang sama. Selaku inisiator ungkap Young—akrab Rektor IISSB ini disapa, Doktor Zul ingin melihat Sumbawa maju dan orang Sumbawa menjadi cerdas. Sebab dari sisi kompetensi, orang Sumbawa tidak kalah dengan masyarakat di daerah lain. Orang-orang Sumbawa yang hebat seperti Doktor Zul, Fahri Hamzah dan Mustakim Biawan lambat laun akan semakin tua. Saatnya dilakukan transformasi ilmu dan mulai melahirkan regenerasi melalui pendirian sarana pendidikan yang berkualitas. “Kami mohon doa restu semoga ijin operasional segera terbit, dan berharap dana stimulan dari Bapak Gubernur dalam mendukung keberadaan perguruan tinggi ini untuk kiprahnya di masa mendatang,” pintanya.

Baca Juga  SAAT JAYA Dipuji, Belum Terpilih Sudah Teruji

Sementara Inisiator IISSB, Dr H Zulkieflimansyah M.Sc, mengatakan pendirian sejumlah perguruan tinggi di daerah ini sebagai upaya untuk mewujudkan tekadnya menjadikan Sumbawa sebagai kota pendidikan, dengan harapan agar orang luar dapat menuntut ilmu di tempat ini. Bahkan sudah ada calon mahasiswa dari Banten dan kota lainnya di Indonesia yang mengemukakan keinginannya untuk kuliah di Sumbawa. Dengan semakin banyaknya orang luar melanjutkan studi di Sumbawa, dan orang Sumbawa tidak studi keluar daerah karena banyaknya lembaga pendidikan dengan beragam pilihan, akan menjadi solusi dalam mendokrak peningkatan IPM NTB yang selama ini memprihatinkan.

Muhammad Yamin SH MH, Rektor IISSB Samawa Rea
Muhammad Yamin SH MH, Rektor IISSB Samawa Rea

Diharapkan juga keberadaan kampus IISSB dapat mengatrol ekonomi masyarakat setempat, sehingga Desa Penyaring yang berada di pesisir utara Kecamatan Moyo Utara menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Gubernur NTB, Dr TGKH M Zainul Majdi MA dalam sambutannya, memberikan apresiasi terhadap pendirian IISSB. Menurutnya seni dan budaya tidak kalah penting dibandingkan tekhnologi, ekonomi dan bidang lainnya. Bahkan seni budaya merupakan penopang sebuah peradaban. Ia mengilustrasikan peradaban di Jaman Jahiliyah (peradaban Arab pra Islam).  Saat itu cita-cita tertinggi adalah menjadi seorang penyair, karena mereka berusaha membuat kreasi syair yang nantinya bisa digantung di Ka’bah. Karena itu berkat seni dan budaya inilah peradaban jahiliyah bergerak, namun sayangnya tidak ada nilai spritualnya. Untuk melengkapi dengan nilai spiritual inilah, muncul Nabi Besar Muhammad SAW. Seni budaya saat itu diakomodir Rasulullah, bahkan menggunakannya sebagai salah satu instrument da’wah. Dalam perjuangan da’wah Rasulullah, beliau menyiapkan ahli-ahli syair khusus untuk menghadapi orang-orang kafir Qurais. Salah satu penyair Islam adalah Hasan Bin Sabit. Saat itu Rasululllah kerap dengan tokoh kafir Qurais, dan ketika membahas hal yang esensial, para tokoh Qurais ini selalu kalah. Karena itulah mereka mendatangkan para penyairnya untuk mencerca da’wah Rasulullah. Untuk melawan penyair Qurais ini, Rasulullah menghadapkan Hasan bin Sabit. Dengan syair Hasan yang begitu indah, lawannya menjadi bertekuk lutut. “Ini adalah salah satu ilustrasi betapa vitalnya seni budaya dalam menopang peradaban,” ucapnya.

Baca Juga  41 Penerima Beasiswa NTB Usung Misi Persaudaraan ke Tiongkok
Gubernur didampingi Istri, Hj Erica Zainul Majdi
Gubernur didampingi Istri, Hj Erica Zainul Majdi

Karena itu dengan tumbuhnya IISSB dan institut lainnya akan melengkapi pilar pembangunan di Sumbawa dan NTB. Gubernur berharap IISSB cepat maju dan berkembang, dan pihaknya siap membantu. “Kami siap membantu dan memberikan dukungan dana,” kata TGB—akrab Gubernur disapa seraya memerintahkan Asisten III Pemprov untuk mengurusnya.

Gubernur menilai pendirian IISSB ini merupakan niat yang baik, sehingga optimis ke depan menjadi sesuatu yang sangat bernilai bagi daerah Sumbawa maupun NTB.  “Institut Ilmu Seni Sosial dan Budaya Samawa Rea ini adalah oase di tengah suhu panas politik di Indonesia. Hadirnya institut ini bagian dari kerja keras dan kreatifitas, dan daerah menjadi maju karena ada orang-orang yang kreatif,” timpal Budayawan Nasional, Mustakim Biawan. (Gaj)

iklan bapenda