“Bukan Kehendak Saya”

oleh -0 views
Zacky, tersangka pencabulan di ruang Unit PPA Polres Sumbawa
bankntb

Pengakuan Tersangka Pencabulan Siswi SMP 

Sumbawa Besar, SR (26/05)

amdal

Zacky (36) tersangka tindak pidana pencabulan siswi SMP bermotif faceebook, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas peristiwa yang cukup menyita perhatian public. Meski dia menjadi pesakitan, namun dia masih sayang dengan korban, mengingat mereka telah menjalin hubungan asmara.

Saat ditemui Gaung NTB di Ruang Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, Jumat (23/5), Zacky juga membantah semua tuduhan dan pemberitaan yang menyudutkannya. Dia mengaku telah memberikan klarifikasi melalui BAP yang dibuat penyidik Unit PPA. “Semua sudah tertuang di dalam BAP, dan saya akan ungkapkan dalam persidangan nanti,” ucapnya.

Peristiwa yang menimpa korban, ungkap Zacky, bukan atas kehendaknya, dan perekaman yang dibuat dalam bentuk video juga bukan atas permintaannya. “Itu direkam untuk dijadikan kenang-kenangan,” ujarnya.

Meski demikian semua telah terjadi, dan dia harus menerima kenyataan ditetapkan sebagai tersangka. Tentunya sebagai warga Negara yang baik akan mengikuti proses tersebut dengan lapang dada. Dan dia meminta masyarakat dapat menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah.

Seperti diberitakan, MK alias Zacky (36) ditangkap Selasa (21/5) dan ditetapkan sebagai tersangka. Tersangka tindak pidana pencabulan siswi SMP ini resmi ditahan dan akan dijerat UU Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Tersangka melakukan aksinya via facebook, dan disinyalir memiliki akun lebih dari satu. Untuk akun ajakan atau menawarkan pekerjaan, pelaku diduga menggunakan nama seorang wanita berinisial NA yang kemudian dirubah menjadi VVR. “Wanita” yang mengaku seorang produser inilah yang membujuk korban untuk menjadi model terkenal. Agar dapat merealisasikan ambisi itu, korban diminta berkenalan dan menjalin hubungan asmara dengan terduga pelaku. Singkatnya korban masuk “perangkap”.  Dalam melakukan adegan model, korban divideokan sebanyak dua kali oleh terduga pelaku tanpa menggunakan busana, yaitu April dan awal Mei lalu. Korban diminta bergaya layaknya seorang model terkenal. Korban juga dipaksa melakukan hubungan suami istri. (*)

iklan bapenda
Baca Juga  Setelah Opname, Pejambret Dijebloskan ke Sel Tahanan