Hukuman 15 Tahun Penjara Bakal Menanti Zacky

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (22/05)

AKP Erwan Yudha Perkasa SH, Kasat Reskrim Polres Sumbawa
AKP Erwan Yudha Perkasa SH, Kasat Reskrim Polres Sumbawa

MK alias Zacky (36) bakal mendekam di balik jeruji besi dalam waktu yang cukup lama. Pasalnya, tersangka tindak pidana pencabulan siswi SMP dan pembuat video asusila ini akan dijerat UU Perlindungan Anak No. 23 Tahun 2002, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Hal ini diungkapkan Kapolres Sumbawa AKBP Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Erwan Yudha Perkasa SH di ruang kerjanya, Rabu (21/5).

amdal

Menurut Erwan—sapaan singkat perwira low profil ini, Zacky telah ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan sejak Selasa (20/5) malam. Penahanan ini akan berlangsung selama 20 hari ke depan, dan bisa diperpanjang jika proses penyidikan masih membutuhkan pendalaman lebih lanjut.

Disinggung hasil pemeriksaan terhadap tersangka, Erwan menyatakan, dia mengakui perbuatannya, meski ada beberapa keterangan yang sedikit berbeda dengan keterangan korban. Namun demikian penyidik telah mengantongi dua alat bukti yang cukup untuk menetapkan Zacky sebagai tersangka, termasuk keterangan sejumlah saksi, dan barang bukti yang disita seperti laptop yang digunakan tersangka untuk merekam adegan asusila yang dilakukan tersangka terhadap korban, flashdisk untuk mencopy hasil rekaman, dan dua buah handphone yang digunakan tersangka untuk berkomunikasi dengan korban.

Kemudian mengenai dua akun facebook dua orang wanita berinisial “NA” dan “VVR” yang berkaitan dengan kasus itu, Erwan mengaku masih belum jelas. Sebab tersangka mengaku tidak mengenali akun tersebut.

Baca Juga  Akhiri Aksi Demo, Kapolres Temui Keluarga Korban Pembunuhan

Demikian dengan adanya keterlibatan pihak lain yang membantu korban dalam melakukan aksinya, juga belum mengarah. “Untuk saat ini dia (Zacky) sendiri yang melakukannya, dengan merekam adegan asusila itu menggunakan webcam yang ada di laptop,” jelas Erwan, seraya mengaku penyidik masih terus melakukan pengembangan.

Seperti diberitakan, terduga pelaku melakukan aksinya via facebook, dan disinyalir memiliki akun lebih dari satu.

Untuk akun ajakan atau menawarkan pekerjaan, pelaku diduga menggunakan nama seorang wanita berinisial NA yang kemudian dirubah menjadi VVR. “Wanita” yang mengaku seorang produser inilah yang membujuk korban untuk menjadi model terkenal. Agar dapat merealisasikan ambisi itu, korban diminta berkenalan dan menjalin hubungan asmara dengan terduga pelaku. Singkatnya korban masuk “perangkap”.  Dalam melakukan adegan model, korban divideokan sebanyak dua kali oleh terduga pelaku tanpa menggunakan busana, yaitu April dan awal Mei lalu. Korban diminta bergaya layaknya seorang model terkenal. Korban juga dipaksa melakukan hubungan suami istri. (Gaj)

iklan bapenda