Kantor Bank Danamon Alas Disegel Massa

oleh -7 views
kantor Danamon Alas Disgel Massa, Senin (19/5)
bankntb

Sumbawa Besar, SR (20/05)

Perwakilan Massa bertemu pihak Danamon
Perwakilan Massa bertemu pihak Danamon

Kantor Bank Danamon Cabang Pembantu Alas, didemo puluhan massa, Senin (19/5). Aksi yang berlangsung sejak pagi dan berakhir sore hari yang ditutup dengan aksi penyegelan kantor ini menuntut bank tersebut mengembalikan ijazah asli atas nama Herpawansyah–mantan karyawan Bank Danamon yang baru beberapa bulan di PHK (Maret 2014). Pasalnya hingga dua tahun ini, bank tersebut belum juga mengembalikan ijazah asli mantan karyawan asal Desa Luar Kecamatan Alas tersebut.

amdal

Koordinator Aksi, Win Kodrat Rayes dalam orasinya mengultimatum pihak Bank Danamon segera mengembalikan ijazah tersebut. “Sudah lama ijazah itu tidak dikembalikan dan kami menuntut Danamon bertanggungjawab,” teriaknya.

Sebelumnya kata Win–sapaan akrabnya, Herpawansyah menyampaikan niatnya untuk meminta ijazah miliknya. Saat itu pihak Danamon Alas beralasan bahwa itu kewenangan kantor Danamon Cabang Sumbawa. sebaliknya Danamon Cabang Sumbawa berdalih bahwa itu kewenangan Bank Danamon Kantor Pusat Mataram.

Demo yang dikawal ketat aparat Kepolisian Sektor Alas ini yang diback-up anggota Kepolisian Sektor Alas Barat, cukup membuat karyawan Bank Danamon Alas panic. Sebab pendemo meminta semua karyawan Bank Danamon segera keluar untuk menemui mereka. Permintaan itu tidak dipenuhi para karyawan. Mereka beralasan bahwa yang berhak memberikan klarifikasi dan jawaban adalah pimpinan Bank Danamon kantor pusat Mataram.

Demo yang dimulai sekitar pukul 10.00 Wita ini sempat memacetkan arus lalulintas Sumbawa-Tano, karena kantor Bank Danamon Alas berada persis di depan jalan raya. Namun sekitar pukul 11.30 Wita perwakilan Danamon Mataram, Ikhsan, tiba lokasi aksi yang kemudian menggelar dialog di depan kantor bank dimaksud.

Baca Juga  Dengan “Si Cakep” Urus SKCK Bisa dari Rumah

Pendemo semakin sakit hati karena Iksan memberikan jawaban yang plin plan, terkesan mereka lari dari tanggungjawabnya.

Di hadapan para pendemo perwakilan dari Bank Danamon Kantor Pusat Mataram, Ikhsan, mengatakan, pihaknya tidak bisa bertanggungjawab atas ijazah tersebut karena mengenai administrasi karyawan Bank Danamon yang melamar melalui pihak MDI. “MDI adalah salah satu perusahaan yang merekrut karyawan Danamon, maka MDI lah yang lebih bertanggungjawab,”  tegas Ikhsan.

Alasan Ikhsan tidak bisa diterima. Sebab menurut Herpawansyah—pemilik ijazah, tidak mengenal MDI karena selama ini yang diketahui adalah Bank Danamon. Suasana semakin panas, karena beberapa kali mediasi tidak membuahkan hasil. Akhirnya sekitar pukul 15.30 Wita, pendemo melakukan penyegelan Kantor Bank Danamon Kantor Cabang Alas, hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Informasi yang diperoleh di lapangan dari ‘orang dalam’ bahwa ijazah atas nama Herpawansyah disinyalir sudah hilang, sebab dua tahun yang lalu perusahaan MDI sudah ditutup.

Rencananya aksi demo ini terus berlanjut, dan rencananya Selasa (20/5) hari ini akan melibatkan ratusan orang, dan segel akan dibuka setelah pihak Danamon menandatangani pernyataan yang intinya Danamon bertanggung jawab terhadap ijazah tersebut. (*)

iklan bapenda