Lokasi Penimbun BBM Digrebeg Polisi

oleh -0 views
bankntb

Amankan 3,8 Ton Solar

Sumbawa Besar, SR (14/05)

amdal
Odi, Pemilik BBM Diperiksa Polisi
Odi, Pemilik BBM Diperiksa Polisi

Jajaran kepolisian Polres Sumbawa menggerebeg lokasi penimbunan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Desa Nijang, Kecamatan Unter Iwis, Senin (12/5) sekitar pukul 22.00 Wita. Dalam penggerebegan ini, polisi berhasil mengamankan 3.800 liter (3,8 ton) solar bersubsidi yang dikemas dalam belasan drum. Selain itu sopir sekaligus suami pemilik UD Lina Putri—perusahaan penimbun BBM diamankan untuk dimintai keterangannya. Hasil pemeriksaan ternyata penimbunan BBM itu tidak bermasalah karena mengantongi ijin penimbunan yang diterbitkan KPPT (Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu) Sumbawa. Ditemui di Ruang Reskrim, Odi—pemilik BBM menegaskan, 3,8 ton solar yang diamankan polisi tidak bermasalah. Sebab penimbunan BBM itu mengantongi ijin timbun No. 54/IP-BBM/KPPT/2003 tentang Izin Penyimpanan BBM (IP-BBM) yang berlaku selama tiga tahun. IP BBM ini diterbitkan KPPT 12 Pebruari 2013 lalu dan harus diperpanjang setiap tahun. “Tepatnya 4 Pebruari 2014 kemarin, kami melakukan perpanjangan ijin,” kata Odi.

Odi menunjukkan Surat Ijin Penimbunan BBM
Odi menunjukkan Surat Ijin Penimbunan BBM

Dalam ijin tersebut, ungkap Odi, UD Lina Putri miliknya melakukan penimbunan BBM baik solar maupun bensin masing-masing hingga 6.000 liter. Sementara BBM yang ada belum mencapai jumlah tersebut. Demikian dengan pembelian BBM mengantongi rekomendasi sebagai pengecer.

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM, Selasa (13/5), mengakui kelengkapan ijin penimbunan BBM itu sehingga tidak bermasalah. “Dokumen yang dimiliki perusahaan penimbun masih berlaku, sedangkan jumlah BBM yang ditimbun masih jauh berkurang dari kuota yang seharusnya,” jelas Kapolres.

Baca Juga  Penyebar Berita Hoax Corona Ditangkap Ditreskrimsus Polda NTB

Penggerebekan yang dilakukan jajarannya di lokasi penimbunan BBM ungkap Kapolres, selain menindaklanjuti laporan masyarakat juga upaya antisipasi adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi. Sebab dalam beberapa hari belakangan ini, BBM jenis solar terkesan langka, indikasinya adanya antrian panjang di setiap SPBU. “Ini yang kami antisipasi agar distribusi BBM menjadi tepat sasaran dan sesuai aturan yang berlaku,” demikian Kapolres. (*)

iklan bapenda