Pekan Budaya Samawa XVII Siap Digelar

oleh -15 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (09/05)

H Hasanuddin S.Pd
H Hasanuddin S.Pd

Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sumbawa mulai mempersiapkan kegiatan Pekan Budaya Samawa XVII yang merupakan bagian dari Festival Moyo Tahun 2014.

amdal

Sebagai bentuk persiapan, Kepala Bidang Kebudayaan, H Hasanuddin S.Pd, menggelar rapat teknis dengan seluruh camat dan pembina kesenian di Kabupaten Sumbawa yang berlangsung di Istana Dalam Loka Sumbawa, belum lama ini.

Pada kesempatan itu H Hasanuddin menyampaikan, bahwa Pekan Budaya Samawa merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Festival Moyo.

Berdasarkan petunjuk tenis, ada beberapa hal prinsip yang harus dipahami bersama, bahwa Pekan Budaya Sumbawa menjadi mayor event di Kabupaten Sumbawa dan sudah teragendakan dalam agenda Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.

Materi yang dibahas dalam pertemuan itu, jelas H Ace—sapaan akrabnya adalah Pawai Budaya. Sebab pengalaman beberapa tahun belakangan ini, kegiatan itu menuai banyak kritikan dari berbagai pihak.

Selama ini katanya, masyarakat selalu mendengungkan filosofi Budaya Sumbawa, adat barenti ko syara, syara barenti ko kitabullah. Tetapi pengalaman 2 tahun terakhir pada saat nomor undian 8 dan 9 masuk finis, azan sudah berkumandang, namun masih ada sisa 15 tim yang masih dalam perjalanan. Hal ini bertolak belakang dengan falsafah budaya Sumbawa tersebut.

Karenanya pola itu akan dirubah dengan menyederhanakan barisan pawai budaya itu dengan menggabungkan 24 kecamatan dalam satu barisan dan satu tema utama, tetapi masing-masing kecamatan diberikan kesempatan untuk menggali kekhasan Munit Adat di wilayah masing-masing kecamatan.

Baca Juga  Gubernur NTB : Ibu-Ibu Bahagia, NTB Gemilang

Dari informasi yang diperoleh H Ace, masing-masing wilayah atau kecamatan memiliki kekhasan tersendiri pada saat membawa penyekan/baku’ atau sopak, yang biasa dibawa ke masjid pada munit adat. “Kekhasan membawa baku’ pada munit adat inilah yang ingin kami tampilkan dalam Pawai Budaya, karena memiliki keunikan tersendiri,” jelasnya.

Selanjutnya pada barisan depan nantinya akan diawali dengan barisan seluruh camat bersama permaisuri yang akan dipayungi oleh para penari, dan barisan terakhir diikuti oleh sarembang ratip.  “Dengan penyederhanaan itu, camat tidak lagi terlalu repot membawa persediaan terlalu banyak, selain menghabiskan biaya besar, juga sangat merepotkan para camat,”  tukasnya.

Khusus barisan ratib jelas H Ace, setiap kecamatan menghadirkan 25 orang, masing-masing 20 orang penabu rabana dan 5 orang syarif tanpa membawa rebana.

Sementara untuk pakaian, peserta akan menggunakan pakaian adat Sumbawa, Batedung Cipo Cila, karena pakaian adat ini satu-satunya di dunia. “Inilah yang membuat pihak kementerian tertarik dengan pakaian adat batedung cipo cila,” ucapnya.

Karenanya dia berharap pada Pawai Budaya tersebut seluruh peserta menggunakan pakaian Adat Sumbawa Batedung Cipo Cila.

Kegiatan Pekan Budaya Samawa ini direncanakan berpusat di Lapangan Pahlawan Sumbawa menggunakan panggung terbuka namun untuk jadwal pelaksanaannya, sekitar Agustus 2014 mendatang.  (*)

 

iklan bapenda