Dukun Terduga Cabuli Pasien Dijemput Polisi

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (09/05)

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM
Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM

Jajaran Polres Sumbawa mengambil langkah sigap dengan mengamankan HAY—dukun yang diduga berbuat cabul terhadap pasiennya yang merupakan istri dari keponakannya sendiri. Langkah ini diambil untuk menghindari adanya aksi massa yang sudah terbakar emosi setelah mengetahui informasi perbuatan tak senonoh yang dilakukan kakek yang tinggal di Desa Karang Dima, Kecamatan Badas tersebut. “Tadi malam kami langsung menjemput terduga ini untuk diamankan agar tidak menimbulkan persoalan baru,” kata Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM, Kamis (8/5).

amdal

Sejauh ini pihaknya masih meminta keterangan suami korban, AP sebagai saksi pelapor. Sedangkan korban sebut saja bernama Bunga (bukan nama sebenarnya) belum dimintai keterangannya. “Jadi belum ada keterangan yang mengarah pada tersangka, dan kami masih menggali keterangan saksi-saksi lainnya,” ujar Kapolres.

Sementara HAY yang hendak dikonfrontir soal tuduhan dugaan pencabulan terhadapnya, enggan berkomentar. Ia beralasan bahwa ada larangan dari putranya untuk memberikan keterangan kepada siapapun kecuali pihak kepolisian. “Saya tergantung anak saya, dan saya sudah dilarang untuk bicara,” kata HAY yang berbicara menggunakan Bahasa Samawa.

Sebelumnya, AP–suami korban mengaku tidak menyangka dan tidak pernah menaruh curiga, HAY yang telah dianggap orang tua kandung berbuat tak senonoh terhadap istrinya, Bunga.  Hal ini terjadi ketika istrinya berobat setelah mengalami depresi sepulang dari Saudi Arabia. Untuk mengobati Bunga, HAY yang telah lama dikenal sebagai dukun ini menggunakan metode memandikan pasiennya. Saat itulah perbuatan tak senonoh itu terjadi. Dari empat kali pengobatan, istrinya mengaku dicabuli sebanyak dua kali.

Baca Juga  Antisipasi Virus Corona, Danrem 162/WB Cek Pos Kesehatan BIL  

Ini terungkap setelah istrinya berterus terang, sehingga AP mengambil langkah hokum mempolisikan pamannya tersebut. (*)

iklan bapenda