Seorang Dukun Dilaporkan Setubuhi Eks TKW

oleh -6 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (08/05)

Praktek dukun cabul kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sumbawa. Setelah menangani kasus MRN (60) dukun cabul asal Pulau Kaung, Kecamatan Alas Barat, yang dilaporkan menggagahi pasiennya yang masih di bawah umur, kini polisi kembali menerima laporan yang tidak jauh beda.

amdal

AP (40) warga Desa Karang Dima, Kecamatan Badas, terpaksa mempolisikan pamannya sendiri. Betapa tidak, HAY—inisial sang paman, telah menodai istrinya, Bunga (bukan nama sebenarnya). Hal ini berdasarkan pengakuan Bunga yang mengungkap aksi bejat HAY saat mengobatinya, yang direspon AP dengan mendatangi Polres Sumbawa membukukan laporannya secara resmi, Rabu (7/5) siang.

Ditemui di Ruang Sentral Pelayanan Terpadu (SPKT) Polres Sumbawa, AP mengaku tak pernah membayangkan perbuatan yang menimpa istrinya ini dilakukan pamannya sendiri. Ia tak menaruh curiga, sebab HAY selain sebagai orang tuanya sendiri, juga bergelar haji. Memang diakui AP, selama ini pamannya dikenal sebagai dukun di Dusun Bangkong Desa Karang Dima, Badas. Dan banyak orang yang sudah berobat. Bahkan sebelum istrinya berangkat ke Saudi sebagai TKW beberapa tahun lalu, pernah dibawa ke HAY untuk dimandikan agar mendapat majikan yang baik dan menjadi TKW yang sukses. Saat istrinya pulang ke tanah air, diduga sakit dan mengalami depresi. Karenanya istrinya berniat untuk kembali berangkat menjadi TKW yang rencananya ke Hongkong sebagai Negara tujuan, AP kembali membawa Bunga ke tempat pamannya untuk diobati. Pengobatan dengan cara memandikan pasiennya, merupakan metode yang dilakukan HAY selaku dukun. Dan pasien yang dimandikan harus telanjang bulat. Kemungkinan terangsang, HAY pun melakukan perbuatan tak senonoh itu. Dugaan persetubuhan ini dilakukan sebanyak dua kali dari empat kali pengobatan. “Saya tahu sekarang setelah istri saya berterus terang,” akunya.

Baca Juga  SIM Palsu Asal Lotim Terjaring di Sumbawa

AP mengaku bisa saja mengambil tindakan sendiri, namun dia masih berpikir panjang. Dengan kesadaran yang tinggi, AP akhirnya memilih langkah hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut. “Cara ini saya ambil untuk menghentikan perbuatannya, karena tidak menutup kemungkinan ada korban lainnya,” tandasnya.

Sementara itu Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM yang ditemui Rabu (7/5), membenarkan adanya laporan tersebut. Pihaknya telah meminta keterangan saksi pelapor termasuk istri korban, sebagai upaya untuk mengungkap secara jelas kasus ini. Langkah selanjutnya, Kapolres mengaku telah memerintahkan anggotanya untuk segera menjemput terduga pelaku guna diamankan agar tidak muncul persoalan baru. “Upaya mengamankan terduga pelaku, untuk menghindari adanya aksi massa,” demikian Kapolres. (*)

iklan bapenda