Gagasan Pendirian Institut ISSB Sangat Visioner

oleh -0 views
Sudut Desa Penyaring, Lokasi Pembangunan IISSB
bankntb

Sumbawa Besar, SR (08/05)

Muhammad Yamin SH MH, kandidat Rektor IISSB
Muhammad Yamin SH MH, kandidat Rektor IISSB

Rencana pendirian Institut Ilmu Sosial Seni dan Budaya (IISSB) di Kabupaten Sumbawa yang digagas Dr H Zulkieflimansyah M.Sc mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah satunya mantan Wakil Gubernur NTB, Ir H Badrul Munir yang menilai gagasan pendirian perguruan tinggi itu sangat visioner dan wajib didukung. “Sangat visioner dan harus didukung,” ucap BM—sapaan akrabnya melalui jejaring sosial.

amdal

Kandidat Rektor IISSB, Muhammad Yamin SH MH yang ditemui Gaung NTB, tadi malam, menyebutkan IISSB berada di bawah Yayasan Dea Mas, sama seperti UTS (Universitas Tekhnologi Sumbawa). Gagasan pendirian IISSB ini, sebagai pengakuan bakat dan minat masyarakat Sumbawa yang dinilai sangat konsen dengan ilmu sosial. Sekaligus menampung kreativitas masyarakat yang sangat termotivasi dengan kegiatan seni dan budaya. “Daripada ‘laong pantar’ maka dengan adanya wadah mereka mampu berbicara ilmiah, melakukan penelitian dan pengabdian dengan kompetensi yang dimiliki. IISSB ini hanya ingin penyaluran bakat dan minat masyarakat menjadi terarah,” ucapnya.

Selain itu IISSB menjadi ‘pasar’ bagi yang sudah tua namun berkeinginan untuk melanjutkan studi tanpa meninggalkan pekerjaan pokoknya. “Paling tidak PNS maupun non PNS seperti kades, anggota DPR, dan lainnya yang ingin meningkatkan kompetensi dan kariernya, akan memiliki wadah,” katanya.

Mengapa Doktor Zul menginisiasi pendirian IISSB ini, menurut Young—akrab jebolan magister hukum UNRAM ini disapa, karena tokoh nasional itu ingin melihat Sumbawa maju dan orang Sumbawa menjadi cerdas. Sebab dari sisi kompetensi, orang Sumbawa tidak kalah dengan masyarakat di daerah lain. Bayangkan, meski hanya dua putra daerah, Doktor Zul dan Haji Fahri Hamzah, tapi sudah mampu menguasai Senayan. “Apalagi lima, enam bahkan 10 orang seperti mereka, maka bukan hanya menguasai Senayan tapi nusantara, dan menutup kemungkinan dunia,” tandasnya.

Baca Juga  Kampus Zero Waste, Punya Bank Sampah Daring hingga Bayar SPP dengan Sampah

Orang-orang Sumbawa yang hebat lambat laun akan semakin tua. Saatnya dilakukan transformasi ilmu dan mulai melahirkan regenerasi melalui pendirian sarana pendidikan yang berkualitas. Setiap tahunnya sebut Young, 6-7 ribuan tamatan SMA di daerah ini. Namun sebagian besar mereka melanjutkan studinya di luar daerah yang secara tidak langsung akan meningkatkan IPM dan ekonomi daerah bersangkutan. Karenanya dengan banyaknya lembaga pendidikan khususnya perguruan tinggi dengan beragam program studi, maka akan meminimalisir putra daerah menimba ilmu di luar.  Setiap prodi memiliki visi misi, dan harus mampu bersaing dengan prodi yang dimiliki universitas di luar daerah.

Disinggung keberadaan IISSB bisa dianggap pesaing dengan perguruan tinggi yang sudah lama ada di daerah ini, Young menepisnya. IISSB memiliki segmen berbeda yang akan membuka ruang pilihan bagi masyarakat.

“Jangan berpikir parsial, harus dilihat secara global. Dan jangan lihat Sumbawa hari ini, tapi lihat Sumbawa ke depan, karena semakin banyak perguruan tinggi, Sumbawa akan menjadi kota pendidikan yang memberikan multiplier effect bagi kemajuan daerah,” demikian Young. (*)

iklan bapenda