Tertebas Parang, Adik Kades Sekarat

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (05/05)

Toni Jupriansyah (19) nyaris kehilangan nyawa, Minggu (4/5) dinihari sekitar pukul 00.30 Wita. Meski lolos dari upaya pembunuhan, namun pemuda asal Desa Sebasang Ketanga, Kecamatan Moyo Hulu ini menderita luka terbuka yang cukup parah di bagian belakang lehernya akibat tertebas pedang. Korban yang akrab disapa Toni ini berhasil kabur menuju kediaman pamannya di Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwis atau sekitar 1 kilometer dari TKP. Saat ini korban masih dirawat di Ruang Zall Bedah RSUD Sumbawa setelah sempat tidak sadarkan diri selama beberapa jam.

amdal

Tampak baju yang dikenakan korban berubah merah, demikian dengan sepeda motornya, terlihat ceceran darah mengering di hampir semua bodi kendaraan.

Kakak kandung korban, Kaharuddin Z yang juga Kades Sebasang Ketanga yang ditemui saat melaporkan kasus tersebut ke Polres Sumbawa, Minggu sore, mengakui kasus yang menimpa adiknya.

Diceritakannya, malam itu korban mengendarai sepeda motor dari Sumbawa hendak ke rumah pamannya, Salim yang tinggal di Desa Kerekeh. Ketika memasuki Jalan By Pass Lingkar Selatan Sumbawa, Desa Pungka Unter Iwis, muncul tiga kendaraan dari arah belakang yang ditumpangi 5 orang. Mereka mencegat korban, dan tanpa diduga langsung menyerang. Salah seorang pelaku menebas korban hingga mengena di bagian belakang leher. Dalam kondisi terluka, korban menggeber kendaraannya kabur ke arah Desa kerekeh. Sedangkan kelima pelaku melaju ke SPBU Kilometer 3.

Baca Juga  Tabrak Mahasiswa, Mobil Box Nyaris Dibakar Massa

Saat tiba di kediaman pamannya, korban ambruk bersimbah darah. Tentu saja sang paman (Salim) kaget dan bersama tetangganya melarikan korban ke RSUD Sumbawa untuk mendapat pertolongan medis. “Sekarang sedang dirawat, dan alhamdulillah sudah sadar,” kata Kaharuddin.

Ditanya soal pelaku, Kahar mengaku adiknya hanya mengenal wajah satu di antaranya. Namun korban tidak mengetahui identitasnya. “Kami harap dengan telah dilaporkannya kasus ini, para pelaku teridentifikasi dan ditangkap,” pintanya.

Sementara itu Kapolres Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Erwin Yudha Perkasa SH, membenarkan adanya laporan kasus tersebut. Saat ini pihaknya masih menghimpun keterangan dan informasi di lapangan untuk mengungkap identitas para pelaku yang diperkirakan berjumlah 5 orang. “Masih kami selidiki,” ucapnya singkat. (*)

iklan bapenda