Oknum Mahasiswa Anarkis Mulai Dipanggil Polisi

oleh -4 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (04/05) 

AKBP Karsiman SIK MM
AKBP Karsiman SIK MM

Penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, telah melayangkan surat panggilan kepada sejumlah oknum mahasiswa yang diduga melakukan aksi pengrusakan di kantor DPRD Sumbawa. Mereka dipanggil secara patut untuk menindaklanjuti laporan resmi dari secretariat DPRD Sumbawa yang keberatan dengan ulah sekelompok mahasiswa tersebut. “Kami sudah layangkan panggilan untuk dimintai keterangannya Rabu atau Kamis mendatang,” kata Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM, Sabtu (3/5).

Kapolres mengaku penyidiknya telah meminta keterangan sejumlah saksi, dan mengantongi rekaman aksi sehingga mengidentifikasi identitas oknum mahasiswa dimaksud. “Jika tidak proaktif, bisa dijemput paksa,” tegas Kapolres.

Untuk diketahui aksi pengrusakan itu dilakukan Rabu (30/4) siang. Saat itu sekelompok mahasiswa yang menamakan diri Koalisi Mahasiswa Peduli Pendidikan (KMPP), mendatangi gedung DPRD Sumbawa tepatnya ke ruang Komisi IV yang menangani bidang pendidikan. Karena tidak menemukan satupun komisioner setempat, mereka marah lalu mengobrak-abrik serta merusak fasilitas yang ada termasuk mencopot papan nama Komisi IV maupun Komisi III yang letaknya berhadapan.

Pegawai setempat terlihat panik, sementara anggota DPRD setempat tidak berada di tempat, karena sedang kunjungan kerja ke luar daerah. Kunjungan ‘anarkis’ massa KMPP yang sebelumnya menggelar aksi demo di Kantor Bupati dan Kantor Dinas Diknas ini, cukup membuat kondisi gedung wakil rakyat itu berantakan. Sejumlah tong sampah rusak dan berserakan, pot bunga hancur dan beberapa asset lainnya tercecer di lantai.

Baca Juga  Sales Sembako Tewas di Kamar Kost

Aksi anarkis KMPP ini dikecam sejumlah pihak, bahkan Kapolres saat itu memerintahkan anggotanya untuk melakukan penangkapan karena perbuatannya

dapat dijerat pasal 170 KUHP tentang pengrusakan secara bersama-sama dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. Dengan ancaman pasal ini para pelaku dapat dilakukan penahanan. (Gaj)

iklan bapenda