Banyak Anggota Terancam Dipecat

oleh -3 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (04/05)

AKBP Karsiman SIK MM
AKBP Karsiman SIK MM

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM mengakui masih banyak anggotanya yang terancam dipecat. Sejumlah anggota ini melakukan pelanggaran baik disiplin, kode etik, maupun tindak pidana. Satu di antaranya Brigadir I Gusti Lanang, sudah direkomendasikan untuk PTDH (Pemecatan Tidak Dengan Hormat), beberapa lainnya telah menjalani proses hukum, dan selebihnya masih menjalani proses hokum di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sumbawa.

Seperti Briptu GES yang diputus Mahkamah Agung (MA) selama 6 tahun penjara, IPDA LT lebih dari satu tahun penjara, dua lainnya Brigadir RN dan Briptu SD—keduanya terlibat narkoba masih menjalani proses persidangan di pengadilan negeri. Bahkan ada satu lagi anggota yang diduga terlibat illegal logging dan kini menjalani proses penyidikan di bagian Reserse dan Kriminal (reskrim). “Semuanya berpotensi dipecat, karena secara aturan sangat memenuhi syarat,” kata Karsiman—akrab perwira ramah ini disapa saat ditemui usai upacara pemecatan Bripka Iwan Sumantri dan Briptu Akbar di Mapolres Sumbawa, Sabtu (3/5).

Para pelanggar ini menurut AKBP Karsiman, lupa dengan perjuangannya saat masuk polisi. Mereka mengabaikan semua aturan yang tercatat di dinasnya, menutup telinga dan mengabaikan saran rekan kerja maupun teguran senior dan pimpinannya. Buah dari itu semua, telah mereka rasakan dengan adanya tindakan tegas dari organisasi.

Sebab tiga kali melakukan pelanggaran disiplin saja dapat diajukan ke PTDH, demikian dengan 30 hari tidak masuk kerja secara berturut -turut. “Jangan berspekulasi dan beranggapan bahwa kesalahan bisa dilobi, dan melakukan pendekatan, karena ini bukan jaminan. Jaminannya adalah aturan yang mengatur tentang disiplin dan kode etik. Ini yang harus dicamkan,” tukasnya.

Baca Juga  Mabuk Miras Bonceng Tiga, Satu Tewas di Tanjakan Setan

Untuk itu perwira dengan dua melati di pundak ini berharap anggota lainnya tetap setia dan patuh terhadap aturan organisasi dalam memberikan pengabdiannya terhadap masyarakat, bangsa dan Negara ini. Jadikan anggota yang dipecat dan dihukum tersebut sebagai pelajaran untuk tidak diikuti, dan berusaha terus memperbaiki diri karena pimpinan dan organisasi akan selalu memberikan penghargaan terhadap dedikasi dan pengabdiannya.  “Tidak ada yang sempurna dan tak luput dari kekhilafan. Tapi cepatlah memperbaiki diri dan tidak mengulanginya lagi,” ujarnya.

Di bagian lain, Kapolres juga meminta ibu Bhayangkari untuk terus mengingatkan suaminya selalu aktif dan rajin melaksanakan tugas dinas, serta mendoakan agar selalu berada di jalan yang lurus. “Jangan membebani suami dengan hal-hal di luar jangkauan, nanti bisa berdampak pada rusaknya citra diri sehingga menyakitkan keluarga,” pungkasnya.

Seperti diberitakan Gaung NTB, pelanggaran disiplin yang dilakukan anggota Polres Sumbawa pada Tahun 2013 meningkat jika dibandingkan dengan Tahun 2012 lalu.

Pada tahun 2013, anggota yang melakukan pelanggaran mencapai 45 orang meningkat signifikan dari 23 anggota tahun lalu.

Sejumlah anggota ini melakukan beragam pelanggaran seperti tidak masuk kantor, nikah tanpa ijin pimpinan, tidak melaksanakan tugas, penganiayaan, KDRT, mendatangi café, penipuan atau penggelapan, illegal logging (Permen Kehutanan/pelanggaran administrasi), lakalantas, miras, disersi dan tes urine positif narkoba. Mereka diberikan sanksi mulai kurungan, penundaan kenaikan pangkat, gaji berkala dan pendidikan. Selain itu ada beberapa yang diajukan untuk diproses secara pidana.  (*)

iklan bapenda