Tiga Gadis Remaja Diduga Disetubuhi Dukun

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (03/05)

Ilustrasi
Ilustrasi

MRN (60) terpaksa diamankan polisi, Jumat (2/5) siang. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya aksi massa, sebab kakek yang tinggal di Pulau Kaung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa ini, diduga menyetubuhi tiga gadis remaja.

Modusnya, kakek yang mengaku sebagai dukun ini mengobati ketiga gadis yang masih di bawah umur dengan cara menyetubuhi mereka. Meski kasusnya diketahui dua yang minggu lalu, namun baru saat ini orang tua korban berani melaporkannya ke Polsek Buer.

Informasi menyebutkan, ketiga korban merupakan siswi di sebuah SMP di Kecamatan Alas yang tinggal di Desa Pulau Kaung. Mereka adalah YA (14), MP (14) dan YN (12)—semuanya masih duduk di bangku kelas VIII SMP. Saat itu korban mendatangi pelaku untuk berobat atas penyakit yang mereka derita. Kepada para korban, terduga ini meyakinkan jika satu-satunya cara menyembuhkan penyakit yang mereka derita adalah dengan cara disetubuhi. Setelah dirayu, akhirnya korban bersedia melakukan hubungan intim dengan terduga, masing-masing disetubuhi sebanyak dua kali dan nekatnya itu dilakukan di rumah korban.

Tanpa sengaja, ibu salah seorang korban memergoki aksi bejat tersebut, setelah melihat sandal terduga di luar rumah. Saat itu korban hanya mengenakan sarung, sedangkan terduga telanjang dan tergesa-gesa memakai celananya.

Korban akhirnya mengaku telah bersetubuh dengan terduga. Bahkan korban juga menyebutkan dua orang temannya yang juga diperlakukan sama oleh kakek yang berprofesi sebagai nelayan tersebut.

Baca Juga  Polsek Seteluk Tangkap Penjual Togel

Kapolsek Buer, IPTU Waluyo yang dihubungi sore tadi, membenarkan adanya laporan kasus persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan seorang kakek yang mengaku sebagai dukun. Motifnya, kakek berinisial MRN ini mengobati pasiennya dengan cara melakukan persetubuhan.

Namun orang tua korban baru melaporkannya, padahal kasus itu telah diketahui 18 April lalu. Meski demikian pihaknya langsung mengambil langkah cepat dengan mengamankan terduga pelaku untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Selain itu membawa korban ke Puskesmas guna divisum et repertum (VER).  “Saat ini kami masih meminta keterangan terduga,” kata IPTU Waluyo.

Rencananya terduga pelaku akan dilimpahkan ke Polres Sumbawa untuk ditangani penyidik Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Reserse dan Kriminal (Reskrim). (*)

iklan bapenda