Dirjen Angkat Jempol Ternak Ber-KTP di Sumbawa

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Bedsar, SR (03/05)

Ir Syafruddin Nur, Kadis Peternakan Sumbawa
Ir Syafruddin Nur, Kadis Peternakan Sumbawa

Pemerintah Pusat melalui Direktorat Jendral Peternakan, memberikan apresiasi terhadap penerapan kartu ternak atau lebih dikenal dengan registrasi ternak di Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Sumbawa, Ir Syafruddin Nur belum lama ini mengaku telah diundang ke pusat untuk memberikan pemaparan di hadapan Dirjen terkait dengan masalah kartu ternak di Kabupaten Sumbawa dengan judul “Penerapan Kartu Ternak Sebuah Kearifan Lokal di Kabupaten Sumbawa”.  Saat paparan itu ungkap Syafruddin Nur, peserta pertemuan cukup terkesima, karena ternyata di Indonesia ini Kabupaten Sumbawa merupakan satu-satunya daerah yang menerapkan Pengkartuan atau ternak Ber-KTP atau registrasi yang konsisten.

Pada kesempatan itu dia menjelaskan masalah kartu ternak ini dari berbagai aspek tinjauan seperti filosofis, historis, sosiologis, aspek ekonomis dan aspek teknisnya.

Secara filosofis jelas Syafruddin Nur, dengan adanya kartu ternak maka ternak dapat dibedakan antara ternak satu dengan yang lain atau menjamin nilai ketertiban terhadap kepemilikan ternak.

Kemudian secara historis jelasnya, registrasi ternak ini sudah dilakukan secara turun temurun sejak jaman Belanda. Hanya saat itu kata Syafruddin registrasi ini masih sangat sederhana, hanya dalam bentuk pencatatan dalam buku, namun dalam perjalanan disempurnakan menjadi kartu ternak seperti sekarang ini.

Selanjutnya secara sosiololgi, kartu ternak ini kata Syafruddin Nur, ini merupakan kearifan lokal yang telah berlangsung secara turun-temurun di masyarakat Sumbawa.  Selain itu setiap registrasi atau setiap pembuatan kartu ternak ini menjadi ajang pertemuan masyarakat yang berlangsung sekali dalam setahun. Dan di Sumbawa saat itu, jumlah ternak mempengaruhi status sosial seseorang di dalam masyarakat.

Baca Juga  Banyak Situs yang Tidak Terawat Maksimal

Kemudian secara ekonomis, keberadaan kartu ternak ini sangat menguntungkan selain data ternak jelas, dapat dipadukan dengan program yang lain. Di samping itu biaya registrasi sangat murah bila dibandingkan dengan menggunakan mikro cip,

Dan secara teknis, sudah menjadi kebutuhan masyarakat karena sangat mudah dan  praktis untuk diterapkan.

Mengenai registrasi ternak ini, hampir tidak terdapat di daerah lain, kalaupun ada tidak dilakukan secara serius seperti di Kabupaten Sumbawa. (*)

iklan bapenda