Wakil Pimpinan Bank NTB Alas Ditahan Jaksa

oleh -2 views
bankntb

Merugikan Keuangan 1,27 M

Sumbawa Besar, SR (01/05)

Sugeng Hariadi SH MH, Kajari Sumbawa Besar
Sugeng Hariadi SH MH, Kajari Sumbawa Besar

Mantan Wakil Pimpinan Bank NTB Cabang Pembantu (Capem) Alas, NR digelandang ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sumbawa untuk menjalani masa penahanan selama 20 hari ke depan. Mantan pejabat perbankan ini resmi menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Sumbawa, setelah pelimpahan berkas perkara beserta tersangka dan barang bukti dari penyidik Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, Rabu (30/4).

Tersangka ini dinilai melakukan tindak pidana perbankan yang merugikan keuangan Bank NTB sebesar Rp 1,27 miliar. NR dijerat pasal 49 ayat (1) huruf a, b, c UU RI No. 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU RI No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

Data yang dihimpun wartawan, menyebutkan, sebelumnya tersangka menjabat sebagai Pjs Wakil Pimpinan Bank NTB Capem Alas. Dengan jabatan ini NR bertugas dan bertanggung jawab, antara lain menangani transaksi keluar masuknya uang kas ke teller untuk operasional, dan sebaliknya dari operasional ke teller, menfiat (tanda tangan) penarikan tabungan nasabah dengan jumlah Rp 0 hingga Rp 25 juta, serta membuat cash flow (mengeluarkan uang dari kasanah untuk teller sesuai kebutuhan hari esoknya).  Selain menjabat sebagai Pjs Wakil Pimpinan Capem Alas, NR juga merangkap sebagai back office. Namun dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya selaku Pjs Wakil Kepala Capem, tidak sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh suatu bank. Tersangka telah melakukan kecurangan dengan menyalahgunakan keuntungan PT Bank NTB untuk kepentingan pribadinya dengan cara memindahbukukan pendapatan atau keuntungan bank yang berasal dari pendebetan bunga kredit KSG dan KMWU, penalty bunga KSG, biaya adminsitrasi KSG, biaya provisi KSG, biaya provisi KMK, penalty bunga KMWU, biaya premi asuransi jiwa tabungan dialihkan ke rekening tabungan Simpeda dan tabungan Tambora miliknya dan milik orang lain terhitung dari tahun 2004 sampai 2009. Caranya, setiap ada pencairan kredit dari nasabah, tersangka mengurangi jumlah pendapatan bunga untuk bank dengan jumlah bervariasi, selanjutnya pendapatan bunga tersebut dimasukan ke rekening milik tersangka, rekening AS (nama inisial) dan rekening DT, yang salah satu di antaranya rekening ini adalah fiktif yang tujuannya untuk menampung transaksi pemindahbukuan dari pos pendapatan bunga. Dari modus ini, dana pendapatan dan keuntungan PT Bank NTB Cabang Pembantu Alas yang disalahgunakan diduga tersangka mencapai Rp 1,276  M. Perbuatan tersangka ini diketahui berdasarkan hasil laporan Tim SPI (Satuan Pengawas Internal) PT Bank NTB yang melakukan pemeriksaan khusus sejak Februari 2010 lalu. Akibat perbuatan terdakwa, bank NTB mengalami kerugian 1,276 M lebih.

Baca Juga  “Jumat Bersedekah” Kodim 1607 Sumbawa Bagi Sembako di Lima Desa

Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Sugeng Hariadi SH MH yang dikonfirmasi, Kamis (1/5),  mengakui telah menerima pelimpahan berkas perkara, tersangka dan barang bukti kasus perbankan tersebut, yang sebelumnya telah dinyatakan lengkap (P21).

Untuk kepentingan penyusunan surat dakwaan, kata Kajari, pihaknya melakukan penahanan terhadap tersangka untuk 20 hari ke depan. “Saat ini kami tengah menyiapkan surat dakwaan guna dilimpahkan ke pengadilan untuk segera disidangkan,” demikian Kajari. (*)

iklan bapenda