Rebut Ketua Komisi, Golkar Ngaku Dilobi Parpol Lain

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (28/04)

Drs A Rahman Alamudy SH M.Si, Ketua DPD Golkar Sumbawa
Drs A Rahman Alamudy SH M.Si, Ketua DPD Golkar Sumbawa

Perebutan jabatan ketua komisi di DPRD Sumbawa terus memanas. Sejumlah figur maupun parpol mulai gencar melakukan lobi-lobi politik baik antar caleg maupun parpol. Bahkan yang dianggap paling jitu adalah membangun komunikasi politik dengan empat partai yang telah memastikan diri menempatkan kadernya di pimpinan DPRD yaitu PDIP, Golkar, PPP dan Hanura. Selain dianggap berpengaruh, keempat partai ini memiliki anggota yang terbilang cukup banyak dan sangat lihai dalam bermanuver politik.

amdal

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumbawa, Drs Arahman Alamudy SH M.Si yang ditemui Gaung NTB di kediamannya, Minggu (27/4) mengakui sejumlah pimpinan Parpol sudah mendatanginya dalam rangka komunikasi politik untuk membahas peningkatan kinerja dewan ke arah yang lebih baik. “Ada yang sudah sowan ke sini,” akunya.

Pada prinsipnya, kata Abi Mang—akrab politisi senior ini disapa, Golkar menginginkan DPRD Sumbawa itu on the track, dengan memiliki kredibilitas dan daya tawar yang tinggi dengan tetap membangun kepercayaan rakyat melalui peningkatan kinerja khususnya dalam memberikan pelayanan dan memperjuangkan aspirasi rakyat. Karenanya dibutuhkan dewan yang solid dan berwibawa sehingga apa yang menjadi visi dan misi sebagai wakil rakyat dapat diwujudkan dengan baik.

Menyangkut pembagian kursi pimpinan ataupun ketua komisi dewan, lanjut Abi Mang, dia menyerahkan sepenuhnya kepada ketentuan aturan yang berlaku sebagaimana termaktub dalam Susunan dan Kedudukan (Susduk) DPRD Sumbawa. Dalam susduk itu secara rinci dan jelas telah diatur tentang prosedur, dan tatacaranya. “Golkar akan mematuhi Susduk yang ada,” ucapnya.

Baca Juga  Jack Morsa Ajukan Pengunduran Diri, Jaya Diusulkan PAW

Menurut Abi Mang yang berhasil terpilih pada Pileg 2014 ini, Golkar sudah dewasa dan tidak akan egois soal pembagian pimpinan komisi dewan tersebut. Ia menilai komunikasi politik itu wajib hukumnya dan Golkar sangat tahu diri. “Kepentingan parpol lainnya harus diakomodir dengan baik, dan kami yakin rekan-rekan parpol mengerti dan memahami aturan yang ada,” pungkas Abi Mang. (*)

iklan bapenda