Otda Spirit untuk Kesejahteraan Rakyat

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (26/04)

Upacara Otda 1Kabupaten Sumbawa memperingati Hari Otonomi Daerah ke-18 dalam bentuk menggelar upacara yang dilaksanakan di Halaman Kantor Bupati, Jumat (25/4).

amdal

Dalam kesempatan itu, Bupati Drs H Jamaluddin Malik yang bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan sambutan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Dalam sambutan tersebut Mendagri memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada seluruh pemerintah daerah dan masyarakat yang telah mendukung terselenggaranya Pemilu DPR, DPD, dan DPRD 9 April 2014 lalu sehingga berjalan lancar, aman dan kondusif. Hal ini sebagai bagian dari komitmen dalam mengimplementasikan tata kelola pemerintahan daerah serta sejalan dengan tema hari otonomi daerah XVIII “Dengan Otonomi Daerah Kita Sukseskan Pelaksanaan Pemilu Tahun 2014 Dalam Upaya Memperkuat Tata Kelola Pemerintahan Daerah”.

Tema peringatan ini juga merupakan refleksi dari eksistensi dan ekspektasi masyarakat kepada jajaran pemerintah dan pemerintah daerah untuk memperkokoh tanggung jawab dan kesadaran bersama akan amanah serta tugas untuk memberdayakan prinsip–prinsip otonomi daerah yaitu dalam mewujudkan daerah menjadi lebih mandiri, maju dan sejahtera dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penyelenggaraan otonomi daerah harus selalu berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memperhatikan kepentingan dan aspirasi yang tumbuh dalam masyarakat. Penyelenggaraan otonomi daerah juga harus menjamin keserasian hubungan antara daerah dengan daerah lainnya. Artinya mampu membangun kerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan bersama dan mencegah ketimpangan antar daerah. Di sisi lain, otonomi daerah juga harus mampu menjamin hubungan yang serasi antar daerah dengan pemerintah. Dalam hal ini, seluruh entitas pemerintahan harus mampu memelihara dan menjaga keutuhan wilayah negara dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka mewujudkan tujuan negara.

Baca Juga  Menang di PN, Doktor Abi Mang Tempuh Kasasi

Selanjutnya dalam konteks akuntabilitas, pemerintah tidak dapat menganggap bahwa masyarakat semata–mata sebagai “konsumen” pelayanan publik, tapi dituntut adanya kemampuan untuk memperlakukan masyarakat sebagai “citizen”. Komitmen untuk meningkatkan pelayanan publik berorientasi pada pembentukan kapasitas masyarakat untuk memberdayakan dirinya dan sekaligus berpartisipasi aktif dalam menyukseskan program dan kegiatan pembangunan daerah.

Pada akhir sambutannya, diharapkan dengan semangat Hari Otonomi Daerah XVIII dapat merefleksikan kembali makna otonomi daerah dan menjadi spirit untuk melakukan yang terbaik bagi negeri ini untuk sebesar–besarnya kesejahteraan masyarakat. (*)

iklan bapenda