Orang Tua Keberatan Anak Ikut Gerak Jalan

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (25/04)

Muslimin–seorang orang tua siswa SDN Lantung Padesa, menilai kepala sekolah setempat tidak professional. Pasalnya keikutsertaan anaknya dalam Lomba Gerak Jalan tidak dikomunikasikan dengan dirinya selaku orang tua.

amdal

Sebab anaknya bersama siswa lainnya diberangkatkan ke Sumbawa untuk mengikuti lomba itu menggunakan truk bak terbuka. “Saya keberatan, dan khawatir dengan keselamatan anak saya selama dalam perjalanan menuju Sumbawa. Sementara sekolah lain memberangkatkan siswanya menggunakan bus,” sesal Muslimin.

Selain itu Muslimin juga mengeluhkan pungutan biaya Rp 50 ribu terkait keikutsertaan putranya dalam Lomba Gerak Jalan. Harusnya biaya itu ditanggung oleh pihak sekolah, bukan siswa karena yang dilakukan siswa untuk kepentingan sekolah.

Sementara itu Kepala SDN Lantung Padesa, Muslimin S.Pd, mengatakan lomba gerak jalan itu diikuti sekolahnya berdasarkan rembug dengan para guru menyusul adanya undangan dari Dinas Diknas Sumbawa terkait kegiatan Gerak Jalan untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional. “Kami sepakati untuk ikut serta meski kemampuan sekolah terbatas,” akunya.

Selama ini ungkap Muslimin, sekolahnya tidak pernah mengikuti kegiatan serupa dan undangan dari Diknas itu merupakan kesempatan.

Dengan kemampuan yang terbatas karena jumlah total siswa di sekolahnya hanya 28 orang, sekolah mengundang orang tua siswa untuk membicarakan solusinya. Akhirnya disepakati untuk mengikuti kegiatan tersebut dan menanggung biaya secara bersama-sama.

“Setelah dikomunikasikan dengan orang tua, siswa disepakati untuk mengikuti kegiatan tersebut sekaligus membantu dukungan biaya,” jelasnya.

Baca Juga  SMAN 1 Plampang Terancam Gagal Gelar UNBK

Terkait keluhan salah satu orang tua siswa, menurut Muslimin, itu terjadi karena miskomunikasi. Sebab seluruh orang tua siswa lainnya sangat mendukung kegiatan tersebut.

Sebenarnya dia hendak membatalkan keikutsertaan sekolahnya dalam lomba gerak jalan itu karena diprotes orang tua siswa bersangkutan. Tapi karena sebagian besar orang tua lainnya mendukung, kegiatan itu tetap diikuti. “Apapun yang menjadi keluhan orang tua siswa, saya sebagai kepala sekolah tetap mengakomodir, dan berupaya untuk menyelesaikan melalui jalur kekeluargaan,” demikian Muslimin. (*)

iklan bapenda