Inspektorat Temukan Data Honorer K2 Direkayasa

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (20/04)

Kepala Inspektorat Sumbawa, A Rahim S.Sos
Kepala Inspektorat Sumbawa, A Rahim S.Sos

Sebanyak 547 tenaga honorer kategori dua (K-2) di Kabupaten Sumbawa yang lulus tes CPNS, dipastikan akan berkurang. Pasalnya data dari beberapa honorer tersebut terbukti direkayasa. Hal ini berdasarkan hasil sementara verifikasi factual yang dilakukan Inspektorat Daerah Sumbawa terhadap data 106 honorer yang tengah diproses. Sebagian besar dari tenaga honorer ini berprofesi sebagai guru. “Hasil sementara pengaduan yang kami verifikasi di lapangan ternyata benar ada data yang direkayasa,” ungkap Inspektur Inspektorat Kabupaten Sumbawa, A Rahim S.Sos, yang ditemui Sabtu kemarin.

amdal

Ahim—sapaan akrabnya, mengaku saat ini tim masih melakukan verifikasi faktual. Meski sebagian hasil verifikasi sudah tuntas, namun belum disampaikan kepada tim kabupaten untuk ditindaklanjuti. “Kami akan sampaikan hasilnya secara kolektif apabila seluruh pengaduan sudah rampung dilaksanakan,” ujarnya.

Dalam hal ini Inspektorat hanya melakukan verifikasi faktual. Seluruh hasil verifikasi nantinya akan ditindaklanjuti tim kabupaten untuk memutuskan layak dan tidaknya diangkat sebagai pegawai negeri. Untuk diketahui, tes CPNS untuk honorer K-2 di Kabupaten Sumbawa diikuti sebanyak 1.678 orang, dan 547 orang di antaranya berhasil lulus, sebagian besar  adalah guru. Pasca pengumuman kelulusan ini, muncul berbagai protes tidak hanya dilakukan secara langsung oleh honorer K2 yang tidak lulus, tapi juga disampaikan dalam bentuk aksi demo. Menyikapi hal ini pihak kabupaten membentuk tim untuk melakukan verifikasi kembali terhadap data honorer K2 yang telah lulus. Sebab ada indikasi sebagian data mereka direkayasa, yang sebagian besar data itu mengenai masa pengabdian yang belum mencapai 5 tahun sebagaimana salah satu persyaratan untuk diakomodir sebagai honorer K2. (*)

iklan bapenda
Baca Juga  Daftar Pamungkas, Jarot Mokhlis Diiringi 8.000 Massa dan Sholawat Badar