Idap Kanker Darah, Tetap Semangat Ikut UN

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (15/04)

Dra Sri Hartini, Kepala SMKN 3 Sumbawa
Dra Sri Hartini, Kepala SMKN 3 Sumbawa

Luar biasa dan terharu. Mungkin kalimat ini pantas disematkan kepada Nita Sari. Betapa tidak, di saat penyakit Kanker Darah yang diderita siswi kelas XII TKJ 1 di SMK Negeri 3 Sumbawa ini belum sembuh total, Ia tetap memilih mengikuti Ujian Nasional (UN) bersama teman-temannya yang digelar serentak, Senin (14/4).

Rasa sakit yang terkadang menderanya saat menjawab soal ujian tak dihiraukannya. Tekadnya yang begitu besar untuk menggenggam ijazah, menghapus sejenak sakit yang dideritanya.

Ditemui usai mengikuti ujian, Nita Sari terlihat begitu bersemangat. Tak Nampak kalau saat itu Ia sedang menderita penyakit parah. “Saya ingin menamatkan pendidikan dan memiliki ijazah seperti teman-teman lainnya. Inilah alasan utama mengapa saya tetap mengikuti ujian meski masih sakit. Saya bertekad mengikuti ujian sampai hari terakhir,” ujarnya.

Sementara itu kepala sekolah setempat, Dra Sri Hartini mengakui bahwa salah satu siswanya (Nita Sari) saat mengikuti ujian tengah menderita penyakit Kanker Darah.

Dijelaskan Tin—sapaan akrabnya, penyakit yang diderita Nita ini sebenarnya sudah ada sejak Ia masih duduk di bangku kelas X. Namun, apa penyakit sebenar yang dideritanya baru diketahui ketika Nita duduk di bangku kelas XII.

Berdasarkan keterangan dokter yang merawatnya sambung Tin, siswa ini sebenarnya tidak diperkenankan untuk mengikuti ujian, sebab baru keluar opname hari Sabtu (12/4), setelah mendapatkan pasokan 20 kantong darah dan dianjurkan untuk beristirahat total.

Baca Juga  Sekolah Terendam, Siswa SMPN 1 Moyo Utara Diliburkan

Sekolah pun memakluminya dan telah menawarkan agar Ia ikut ujian Paket C, dengan asumsi kesehatannya sudah membaik saat mengikuti ujian paket.

Tawaran itu ternyata ditolaknya. Nita bersama orang tuanya sehari sebelum pelaksanaan ujian mendatangi pihak sekolah agar diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian.

Melihat semangatnya yang begitu tinggi, pihak sekolah pun luluh dan memberikannya kesempatan untuk mengikuti ujian dengan tetap memberikan perhatian ekstra kepada Nita, selama mengikuti ujian. “Kami sangat salut dengan semangatnya yang begitu tinggi untuk mendapatkan ijazah,” ujar Tin.

Tin berharap semangat Nita yang begitu tinggi ini dapat terus dipertahankan hingga hari terakhir pelaksanaan ujian 16 April mendatang. “Kami pihak sekolah tetap mendo`akan yang terbaik bagi Nita. Semoga cita-citanya untuk mendapatkan ijazah dapat terwujud,” pungkasnya. (*)

iklan bapenda