Jalin Kerjasama, PNPM GSC–Diknas Komit Tingkatkan Mutu Pendidikan

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (10/04)

M.-Ali-HK,-S.Pd,-M.Pd_ (1)22Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Generasi Sehat dan Cerdas (PNPM GSC) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Kabupaten Sumbawa, berkomitmen untuk terus meningkatkan pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Selain itu terus melakukan upaya-upaya dalam rangka pemenuhan standar pelayanan minimal pendidikan dasar berdasarkan Permendiknas No. 15 Tahun 2010 dan PP No. 19 Tahun 2005.

amdal

Kepala Dinas Diknas Sumbawa yang diwakili Kabid Pendidikan Menengah, M Ali HK S.Pd pada Workshop yang digelar PNPM GSC belum lama ini, bahwa di Kabupaten Sumbawa masih ditemukan angka putus sekolah pada jenjang pendidikan dasar (Dikdas), meski persentasenya tidak terlalu tinggi.

Berdasarkan target dan capaian berdasarkan indikator kinerja pada Tahun 2013, hanya 0,08 persen (SMP/MTS) atau 0,17 persen (SD/MI) yang putus sekolah.

Angka putus sekolah ini sebut M Ali, disebabkan faktor ekonomi keluarga, dan alasan lain termasuk membantu orang tua mengelola lahan pertanian. “Mestinya saat waktu sekolah harus sekolah,” katanya.

Untuk mengatasi angka putus sekolah ini, pemerintah melakukan berbagai strategi dengan meluncurkan program Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang dilakukan melalui dua jalur yaitu Jalur Kartu Perlindungan Siswa (KPS) dan melalui jalur SKTM. “Sebenarnya tidak ada alasan lagi, anak-anak tidak sekolah atau tidak dapat menyelesaikan sekolahnya,” cetus Ali.

Demikian juga dengan rasio ketersediaan sekolah terhadap penduduk usia sekolah SD/MI juga belum memenuhi target, karena masih ada sekitar 55,69 persen.

Baca Juga  Sebutan Daerah Kerbau Bakal Tinggal Nama

Menurut M Ali, kondisi ini terjadi di luar kota terutama pada wilayah-wilayah terpencil dan pulau, sehingga kedepan menjadi kebijakan pemerintah untuk membangun fasilitasi pendidikan ini di wilayah yang belum ada fasilitasi tersebut.

“Kalau zaman dulu anak-anak sekolah dari desa ke desa lain untuk mengenyam pendidikan, sekarang ini pendidikan yang didekatkan kepada masyarakat,” tandasnya.

Karenanya Ali berharap kerjasama Diknas dengan PNPM GSC, semua target yang belum tercapai ini dapat dituntaskan.

Pada kesempatan itu, M Ali juga menyampaikan bahwa pendidikan anak usia dini (PAUD) secara nasional memiliki target, 1 PAUD di 1 desa. Untuk hal ini, Kabupaten Sumbawa telah mencapai target nasional.

Selain itu sambungnya, Pemerintah Kabupaten telah memiliki kebijakan tentang PAUD Holistik Integratif yang tertuang dalam Peraturan Bupati No. 14 Tahun 2013. “Pemerintah terus mendorong keterjangkauan akses layanan dan peningkatan mutu melalui penganggaran dalam APBD maupun APBN,” jelasnya.

Dia juga berharap hal-hal lain yang menyangkut pengelolaan dan pengembangan pendidikan anak usia dini, yang belum dapat ditangani oleh pemerintah daerah, dapat diakomodir melalui kegiatan PNPM GSC.

“Kami minta kepada pelaku kegiatan PNPM GSC dapat memberikan dukungan dalam pengembangan pendidikan terutama pada jenjang pendidikan dasar dan PAUD.

Karena kegiatan PNPM GSC ini sangat baik untuk menunjang program pemerintah daerah yang belum dapat diakomodir melalui APBD,” demikian M Ali HK. (*)

Baca Juga  PNS Sumbawa Sambut Sukacita Kenaikan TKD

 

iklan bapenda