Stabil, Sofia Siap Dirujuk

oleh -2 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (08/04)

dr Selvi, Direktur RSUD Sumbawa
dr Selvi, Direktur RSUD Sumbawa

Kondisi bayi Sofia Dwi Putri—lahir dalam keadaan cacat rupa, sudah stabil. Hal ini menyusul penanganan dan perawatan selama beberapa hari di Ruang Inkubator Zall Anak RSUD Sumbawa.

amdal

Hemoglobin (HB) yang jauh berkurang, fisik lemah dan berat badan turun, kini sudah kembali normal.

Dengan kondisi ini, putri pasangan Datia dan Syamsuddin—pasutri asal Desa Berare, Kecamatan Moyo Hilir, siap dirujuk ke Mataram untuk dilakukan CT Scan menyeluruh termasuk otaknya. Dan untuk biaya penanganan medis tersebut, Dinas Kesehatan (Dikes) sudah menjalin kerjasama dengan Doctors Children Fun (DCF). DCF telah menyatakan akan membantu proses perawatan dan pengobatan Sofia.

Direktur RSUD Sumbawa, dr Selvi yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (7/4) mengakui kondisi Sofia telah stabil dan sudah bisa dirujuk untuk dilakukan CT Scan. Namun untuk merealisasikannya, pihaknya harus berkoordinasi dengan Dikes yang telah menjalin kemitraan dengan DCF selaku donatur perawatan Sofia.

Sebab rencananya Sofia akan ditangani di Rumah Sakit Risa Mataram yang notabene berstatus swasta. “Di rumah sakit ini tidak bisa ditanggulangi Jamkesmas atau BPJS, di samping perlu dipikirkan biaya tidak hanya perawatan Sofia tapi biaya hidup orang tuanya selama Sofia dirawat,” kata dr Selvi.

Karenanya koordinasi dengan Dikes ini sangat penting, agar penanganan Selvi tidak menemui kendala di lapangan.

Baca Juga  Curiga Bayi Tertukar di RSUD Sumbawa, Orang Tua Desak Tes DNA

Sebelumnya Sofia dilarikan ke RSUD Sumbawa karena berat badannya turun drastis dari 2,8 kilogram menjadi 2 kilogram, dan ini terbilang cepat karena umur bayi tersebut belum sampai sebulan. Selain itu wajahnya pucat karena HB nya kurang.

“Saya lihat kondisi Sofia saat berkunjung ke rumahnya, sehingga saya minta agar dibawa ke rumah sakit untuk dikontrol dan dirawat guna memulihkan kondisinya,” katanya.

Sementara Dokter Spesialis Anak, dr Koeswardhono SPA mengatakan, Sofia lahir dengan diagnosa multiple genetal anomaly.

Banyak sekali ditemukan kelainan fisik bawaan dari lahir terutama pada wajahnya. Namun pertumbuhan, proses kelahiran dan berat badannya normal. Demikian dengan organ lainnya yang dibuktikan dengan mampu mencerna asupan makanan ke dalam tubuhnya. “Yang mengalami gangguan adalah pernapasan dan otaknya karena tidak ada batok kepala,” jelasnya.

Untuk memastikan struktur di dalam otak apakah normal atau tidak, harus dilakukan CT Scan. Dengan hasil CT Scan ini juga menjadi penentu untuk langkah atau penanganan selanjutnya. “Meski wajahnya berhasil direhabilitasi, tapi kalau otaknya tidak normal, kasihan anaknya. Jadi harus dipastikan secara menyeluruh sehingga penanganannya juga dilakukan secara komprehensif,” pungkasnya. (*)

iklan bapenda