Parpol dan Caleg Dibekali Pengetahuan Pemungutan Suara

oleh -0 views
ilustrasi
bankntb

Sumbawa Besar, SR (07/04)

syukri mahyuddinKomisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa mengundang seluruh partai politik (parpol) dan para calon anggota legislative (caleg) peserta Pemilu 2014, untuk memberikan pemahaman terhadap proses pemungutan, penghitungan dan rekapitulasi suara baik di tingkat desa/kelurahan, kecamatan hingga kabupaten, maupun proses penetapan perolehan suara. Kegiatan ini dilaksanakan agar parpol dan para caleg memiliki pemahaman yang sama dan komprehensif. Sebab pada pemilu sebelumnya, kerap terjadi protes dan muncul dugaan-dugaan yang mengganggu jalannya proses tersebut, karena memang di antara caleg dan parpol memiliki tafsir yang berbeda terhadap suatu kondisi saat pemungutan, penghitungan, rekapitulasi dan penetapan perolehan suara. “Kami ingin memperkaya dan menyatukan pemahaman agar tidak memunculkan dugaan kecurangan, dan parpol maupun caleg dapat mengetahui ruang-ruang yang diragukan, seperti tekhnik pengisian C1, lampiran C1 sampai dengan hak-hak saksi yang ada di TPS sebagai utusan parpol dan caleg,” kata Ketua KPU Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag saat ditemui usai kegiatan sosialisasi tersebut yang digelar di Hotel Sernu Raya, Sumbawa Besar, Minggu (6/4).

Ia mengaku dalam pertemuan itu banyak pertanyaan yang diajukan para peserta. Misalnya pemilih yang tidak memiliki surat undangan pencoblosan, buta huruf dan cacat fisik.

Bagi mereka ungkap Syukri—akrab Ia disapa, jika telah berumur 17 tahun atau sudah menikah, dapat memberikan hak pilihnya. Sedangkan pemilih buta huruf, tidak dapat dipandu atau diwakilkan karena bukan termasuk berhalangan fisik, berbeda dengan yang cacat fisik (tidak memiliki tangan) dapat didampingi atau diwakilkan kepada petugas KPPS atau orang yang dipercaya.

Baca Juga  Ricuh, Rekapitulasi Suara di PPK Rhee

Menjawab pertanyaan lain mengenai suara partai, Syukri menjelaskan ketika penetapan perolehan suara dilakukan, suara partai tetap dihitung. Sebelum menentukan suara partai diarahkan kemana, dilakukan penggabungan suara partai dan suara caleg untuk menentukan BPP. Setelah itu barulah diidentifikasi mana caleg yang memiliki suara terbanyak dalam partai dimaksud. “Jadi suara partai nantinya akan diarahkan kepada caleg yang memiliki suara terbanyak. Sistem ini sudah kita sampaikan kepada semua parpol dan caleg,” pungkasnya. (*)

iklan bapenda