Bupati Sumbawa Perintahkan Dikes Tangani Sofia

oleh -3 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (04/04)

SofiaBupati Sumbawa, Drs H Jamaluddin Malik merasa prihatin dengan kondisi Sofia Dwi Putri. Pasalnya bayi seberat 2 kilogram ini lahir di RSUD Sumbawa, 17 Maret lalu lahir dengan kondisi tidak normal, sebab beberapa organ tubuh di bagian kepala memiliki tumpukan daging dan bagian tengah wajah tampak pecah hingga tak berbentuk. Namun putri pasangan Usman dan Datia—warga Desa Berare Kecamatan Moyo Hilir ini masih bertahan hidup meski tidak dengan asupan air susu ibunya.

Keadaan inilah yang membuat Bupati langsung menginstruksikan Kadis Kesehatan Kabupaten Sumbawa untuk menangani Sofia. Menindaklanjuti instruksi Bupati, Kepala Dinas Kesehatan yang diwakili oleh Sekdis, Junaidi, S.Si, A.Pt, MMA langsung berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, antara lain Doctors Children Fun (DCF) sebuah lembaga social yang peduli pada kesehatan khususnya anak-anak dan kerap bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa untuk membantu pengobatan dan perawatan Sofia.sofia 2

Melalui mediasi Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sumbawa, foto-foto kondisi Sofia dikirim oleh Dinas Kesehatan melalui email ke DCF.  Selain itu telah diupayakan penanganan medis dengan fasilitas BPJS. Untuk melihat secara langsung kondisi Sofia, direncanakan Jumat hari ini Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa beserta instansi terkait lainnya akan berkunjung ke kediaman Sofia. Sebelumnya Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa dan Direktur RSUD beserta jajarannya sudah menyambangi kediaman Sofia.

Baca Juga  Jaga Generasi Sehat dan Cerdas, Puskesmas Taliwang Giatkan PRKP

Seperti diberitakan, proses kelahiran Sofia berjalan normal. Namun  saat bayi ini keluar dari rahim ibunya, dokter yang menangani proses persalinan sempat kaget melihat keadaan bayi mungil tersebut.

Dr Jackson Bomba–Asisten Dokter Spesialis RSUD Sumbawa menjelaskan, bahwa kondisi Sofia yang mengalami kelainan ini disebabkan banyak faktor terutama saat pembentukan tubuh dari sel kandungan telur. Untuk menangani Sofia, dr Jackson mengaku RSUD Sumbawa masih belum mampu karena penanganan bayi untuk mendekati normal harus melibatkan disiplin ilmu yang lain seperti ahli bedah, ahli jaringan syaraf, dan memiliki fasilitas alat kesehatan yang memadai.

Sementara itu Datia—ibu kandung Sofia  mengaku sebelumnya tidak pernah merasakan hal yang aneh saat proses kehamilannya. Bahkan dia secara rutin tetap melakukan pemeriksaan ke bidan puskesmas meski proses persalinan telah melebihi satu bulan. Datia juga mengaku sampai saat ini belum bisa memberikan Sofia asupan ASI, dan terpaksa memberikan susu kotak yang diteteskan langsung ke mulut bayi malang ini.

Kondisi kehidupan Datia dan keluarganya sangat memprihatinkan. Meski mereka menggunakan BPJS  dari pemerintah, tapi mereka masih tinggal menumpang di rumah salah seorang warga dan keadaan rumahnya terbuat dari gedek (anyaman bambu). Sementara suaminya, Usman hanya sebagai buruh tani yang mencari pagi untuk makan sore.

Mereka tidak sanggup berlama-lama di rumah sakit untuk merawat Sofia di rumah sakit karena mereka tidak memiliki biaya hidup.

Baca Juga  Sekda Mataram Kecewa Banyak OPD Tidak Hadir Raker PMAN

Direktur RSUD Sumbawa dr Silvi yang langsung berkunjung kediaman Sofia mengaku bahwa perawatan untuk bayi ini sebenarnya diakomodir dalam perawatan khusus. Dokter cantik ini mengaku siap membantu apapun nanti ketika keluarga Sofia membutuhkan bantuan rumah sakit baik dalam urusan rujukan ataupun terjadi sesuatu dengan kesehatan Sofia. “Jika ada kendala dalam pelayanan, kami telah meminta keluarganya segera membawanya ke rumah sakit,” katanya.

Mengenai pengobatan dan penyembuhan di RSUD Sumbawa, Silvi mengatakan pihaknya belum mampu karena kurangnya peralatan dan disiplin ilmu dari beberapa petugas dokter. Dia berharap agar Sofia dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap. (*)

iklan bapenda