ULP Siapkan Tender Jadup Trans Brang Lamar

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (25/03)

Irfansyah ST, Ketua ULP Kabupaten Sumbawa
Irfansyah ST, Ketua ULP Kabupaten Sumbawa

Jatah hidup (jadup) untuk masyarakat trans Brang Lamar, Desa Emang Lestari, Kecamatan Lunyuk, mulai diproses Unit Layanan Pengadaan (ULP) Bagian APP Setda Sumbawa. Sebab jadup berupa ikan, minyak goreng dan minyak tanah yang diperuntukkan bagi 100 KK atau 394 jiwa ini akan segera ditender atau dilelang. Hal ini diakui Ketua ULP, Irfansyah ST yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (24/3).

amdal

Irfan—akrab Ia disapa, mengaku baru saja menerima dokumen lelang dari Zainal Abidin S.Sos–PPK di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa. Dokumen ini ditindaklanjuti dengan membentuk Pokja di ULP sekaligus menerbitkan surat tugas untuk mulai bekerja. “Selasa besok (hari ini, Red) Pokja sudah mulai bekerja,” ujarnya.

Untuk diketahui anggaran bagi pengadaan jadup warga trans Brang Lamar ini mencapai Rp 600 juta. Proses lelang yang dilakukan ULP diupayakan tuntas tidak sampai satu bulan. “Paling cepat 20 hari sudah teken kontrak, semoga minggu ini pelelangan sudah diumumkan,” harapnya.

Sebelumnya

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Transmigrasi, Zainal Abidin S.Sos, menyatakan jatah hidup berupa non beras bagi warga trans Brang Lamar akan segera terealisasi. Hasil komunikasi langsung pihaknya dengan Disnakertrans Propinsi dan Kementerian pusat, ungkap Zainal, jadup untuk warga trans tersebut akan diproses dalam bulan ini. Kemungkinan dalam dua hari ini, sudah terbit Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) dari Dirjen Transmigrasi Kemenakertrans RI.

Baca Juga  Mitan Langka, DPRD Desak Bentuk Tim Terpadu

Setelah POK sudah dikantongi, lanjut Zainal, masih ada proses kelengkapan administrasi untuk disampaikan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemda Sumbawa guna dilakukan tender (pelelangan) mengingat anggarannya di atas Rp 200 juta. “Proses tender ini akan menggunakan pola minimal yang membutuhkan waktu tidak sampai satu bulan,” ucapnya.

Karenanya dia meminta warga trans Brang Lamar bersabar, pihaknya akan tetap berusaha maksimal dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Jika telah terealisasi, maka jadup yang diberikan akan dirapel dan tidak jatahnya tidak akan dikurangi.

Seperti diberitakan, sudah tiga bulan ini, 100 KK warga transmigrasi Brang Lamar, Kecamatan Lunyuk, belum menerima jatah hidup khususnya non beras. Kondisi tersebut dikeluhkan warga trans yang ditempatkan sejak Nopember 2013 lalu. Jadup dimaksud berupa ikan, minyak goreng dan minyak tanah (mitan). Selama tiga bulan itu mereka hanya menerima beras. Kondisi itu membuat mereka putar otak mencari lauk pauk dengan terpaksa meninggalkan lokasi untuk pulang kampung sekedar memenuhi kebutuhannya. (*)

iklan bapenda