Kampanye Parpol Dilarang Libatkan Anak-anak

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (21/03)

Kegiatan kampanye yang dilakukan sejumlah part

Syukri Rahmat dan Mahyuddin Soud
Syukri Rahmat dan Mahyuddin Soud

ai politik peserta pemilu 2014 yang sudah berjalan dalam beberapa hari ini, dinilai rawan pelanggaran. Setiap kampanye akbar yang digelar, seperti yang dilakukan beberapa partai politik di Kabupaten Sumbawa, masih melibatkan anak-anak. Bahkan di antara anak-anak ini turut memberikan yel-yel ketika jurkam menyerukan kalimat penyemangat massa. Namun sejauh ini belum satupun parpol yang diproses karena keberadaan anak-anak tersebut.

Ketua Panwaslu Kabupaten Sumbawa, Mahyuddin Soud S.Pd yang dicegat Kamis (20/3), mengakui belum ada parpol yang diproses terkait pelibatan anak-anak dalam kegiatan kampanye. Menurutnya, kegiatan anak dalam kampanye harus dilihat dari dua hal, apakah dilibatkan atau melibatkan diri. Ketika dia dilibatkan, otomatis dilengkapi atribut berupa baju dan topi. Sebaliknya melibatkan diri karena tertarik dengan keramaian atau melihat artis yang menghibur saat kampanye. “Inilah yang harus kita cermati,” kata Mahyuddin.

Hanya dalam kampanye beberapa waktu lalu, ungkap Mahyuddin, ada seorang bupati yang tidak diberikan ijin naik panggung apalagi melakukan orasi. Larangan tegas Panwas ini karena Bupati tersebut tidak mengantongi ijin cuti dari Gubernur NTB. “Kami berusaha mencegah agar tidak terjadi persoalan, karena pasti akan ada pihak yang meributkan hal itu,” tandasnya.

Sementara Ketua KPU Sumbawa, Syukri Rahmat S.Ag menekankan agar parpol peserta pemilu harus mengindahkan aturan dalam kampanye, salah satunya tidak melibatkan anak-anak. Namun kenyataan yang ada, banyak anak-anak yang datang sendiri atau diajak orang tuanya

Baca Juga  Gandeng Novi, Berpeluang Menang

Untuk melihat artis yang hadir dalam kampanye.

Menurutnya, indikator pelibatan anak-anak dalam kampanye bisa dilihat melalui atribut partai yang digunakan mereka. Kalau diajak oleh orang tuanya, tidak bisa dilarang, kecuali anak bersangkutan menggunakan atribut partai atau caleg,” terang Syukri. (*)

iklan bapenda