Waspada ! Kosmetik Terlarang Ditemukan di Pasar Seketeng

oleh -5 views

Sumbawa Besar, SR (20/03)

Saos dan Pemutih Wajah "DR Super"
Saos dan Pemutih Wajah “DR Super”

Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Sumbawa menggandeng sejumlah dinas terkait menggelar Operasi Pengawasan Terpadu di beberapa lokasi dan pusat perdagangan di Kota Sumbawa Besar, Rabu (19/3).

Selain mengecek harga sembako dan kebutuhan lainnya, juga memastikan produk yang dipasarkan tidak kadaluarsa dan mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan. Tak hanya sembako, sasaran dari tim terpadu ini adalah barang elektronik yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), yang semuanya bermuara dan bertujuan untuk melindungi masyarakat selaku konsumen.

Kepala Disperindag Sumbawa yang dikonfirmasi melalui Kabid Perdagangan, Khaeruddin SE M.Si, kemarin, membeberkan hasil pengawasan tim di Pasar Seketeng, kondisi sejumlah bahan makanan pokok masih stabil. Selain stabil, stok yang ada masih terbilang cukup. Seperti daging untuk kualitas super harganya masih berkisar Rp 70 ribu per kilogram, dan daging standar Rp 65 ribu per kilogram. Demikian dengan ikan asin masih normal berkisar Rp 35—40 ribu per kg. Hanya daging ayam potong yang mengalami penurunan harga menjadi Rp 32 ribu hingga Rp 30 ribu. Hal ini disebabkan banyaknya pasokan dan stok yang ada.

Cek produk non SNI di Toko Mitra Tekhnik
Cek produk non SNI di Toko Mitra Tekhnik

Dalam pasar yang sama, sambung Khaeruddin yang didampingi Kasi Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian, Agus Salim Husaini ST, tim gabungan Diskoperindag, Dikes, Disnak, Dinas Kelautan dan Perikanan, serta Satpol PP, menemukan pedagang yang menjual saos yang mengandung bahan yang berisiko bagi kesehatan. Saos Tomato Siliwangi ini harganya lebih murah dari saos serupa lainnya. Sedangkan kosmetik yang ditemukan bermerk “Dokter (DR) Super” merupakan pemutih wajah yang dikhawatirkan mengandung mercury. Bahkan kosmetik ini telah masuk dalam daftar public warning Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI dan dilarang untuk diedarkan. Terhadap temuan dua produk ini, tim terpadu telah meminta pedagangnya untuk tidak lagi menjualnya. “Kami hanya bersifat pembinaan saja, tapi jika membandel tidak menutup kemungkinan akan diambil tindakan tegas sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku,” tegasnya.

Baca Juga  Koramil Sekongkang dan Warga Lakukan Gerakan Bersih Pantai Benete

Selanjutnya tim terpadu meluncur ke Toko Mitra Tekhnik, wilayah Kelurahan Brang Bara. Di tempat ini menemukan barang atau mesin air non SNI yakni bermerk Motayama, Miura, Firman, NIG, CPT, Fetch dan GAT—semuanya produk China. “Kami minta barang-barang ini dijual dan ditarik oleh produsennya. Dan kepada pemilik toko kami harapkan menjual barang yang ber-SNI,” sebutnya.

Untuk diketahui wajib ber-SNI telah diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian No. 84/M-IND/PER/8/2010 tentang Pemberlakuan Standar SNI terhadap Tiga Produk Industry Elektronik Secara Wajib, yaitu Pompa Air, Strika Listrik dan Audio Video.

Selain dua lokasi ini, tim melanjutkan perjalanan ke perusahaan roti “Langsung Enak yang telah pindah lokasi dari Jalan Kebayan ke Desa Karang Dima, Kecamatan Badas.

Di perusahaan ini, tim mengecek proses pembuatan kue termasuk perijinannya menyusul telah pindah alamat. Untuk proses pembuatan dianggap steril dan cukup bagus, hanya disarankan agar karyawan setempat menggunakan sarung tangan, masker dan hair net.

Tim juga mampir di UD Tirta Alam—depo air isi ulang untuk mereview kembali karena pada pengecekan tahun lalu, perusahaan air minum ini satu-satunya yang lolos dari uji POM karena prosesnya hampir sama dengan produksi air minum dalam kemasan.

Kemudian tim bergeser ke sebuah apotik di wilayah Kecamatan Badas, depan Kantor Dinas Perhubungan. Sebab dari informasi yang diterima, apotik tersebut tidak memiliki apoteker. Sayangnya saat tim bertandang, apotik ini dalam keadaan tutup. “Dalam operasi pengawasan ini kami menyentuh lokasi yang belum pernah dikunjungi dan juga lokasi yang sudah pernah disambangi hanya untuk melakukan review,” ucapnya, seraya menyebutkan, pengawasan terpadu ini dilakukan tim dalam waktu dua bulan sekali atau dalam setahun sebanyak 6 kali. (*)

BPSK dukacita dukacita bankntb

No More Posts Available.

No more pages to load.