Bebas Daging Gelonggongan, Disinyalir Marak Daging Campuran

oleh -0 views
bankntb
ayam potong di pasar seketeng, Sumbawa (foto: samawarea.com)
ayam potong di pasar seketeng, Sumbawa (foto: samawarea.com)

Sumbawa Besar, SR (20/03)

Tim Pengawasan Terpadu Kabupaten Sumbawa tidak menemukan adanya daging gelonggongan yang dijual di Pasar Seketeng—pasar terbesar di daerah ini. Keyakinan ini setelah gabungan Diskoperindag, Dinas Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kesehatan dan Satpol PP tersebut menggelar operasi di sejumlah baik pasar, toko maupun perusahaan makanan dan minuman yang tersebar di beberapa tempat, Rabu (19/3). “Pasar Seketeng bebas dari daging gelonggongan,” tegas Khaeruddin SE M.Si selaku Ketua Tim Pengawasan Terpadu yang juga Kabid Perdagangan, didampingi Kasi Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian, Agus Salim Husaini ST.

Menurut Khaeruddin, daging yang dijual di Pasar Seketeng langsung berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH), di samping adanya kesepakatan di antara pedagang daging di pasar setempat untuk melakukan pengawasan secara internal guna menyeleksi adanya pedagang daging yang baru.

Namun demikian Khaeruddin masih meragukan jika daging yang dijual itu utuh (murni) dan bukan campuran. Sebab ada indikasi daging yang dijual sejumlah pedagang adalah daging campuran, misalnya kambing dicampur daging kerbau atau sapi. Tentunya praktek ini merugikan konsumen sebab daging campuran ini dijual dengan harga yang sama dengan daging utuh.

Untuk mengatasi hal tersebut ungkap Khaeruddin, oleh dinas peternakan meminta pedagang menggantung daging utuh yang dijual, di samping adanya pemberian label. Upaya lainnya, sambung Khaeruddin, belum lama ini dinas terkait menggelar Bimtek kepada sejumlah penjual daging, guna membangun kesadaran dan pemahaman, agar produk yang dijual tidak merugikan konsumen baik dari sisi materi maupun kesehatan. “Kami bersama tim terpadu akan terus mengawasi melalui kegiatan operasi setiap dua bulan sekali,” demikian Khaeruddin. (*)

iklan bapenda
Baca Juga  Sumbawa Butuh 2.000-an Pegawai