Kabur dari Tahanan, Ditangkap di Mataram

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (17/03)

AKBP Karsiman SIK MM
AKBP Karsiman SIK MM

Jun alias Minces (28) kembali tertangkap di tempat persembunyiannya, Minggu (16/3) malam. Spesialis kasus pencurian ini ditangkap di wilayah Pagutan, Mataram, setelah sempat kabur dari tahanan Polres Sumbawa beberapa hari yang lalu. Warga yang tinggal di Lingkungan Surya Bhakti Kelurahan Pekat, Kecamatan Sumbawa ini, kabur setelah mengelabui dua petugas yang tengah menjaganya di Klinik Polres setempat. Minces dirawat di Klinik karena mengalami luka berat akibat dihajar massa saat kepergok hendak membobol kediaman H Zakaria S.Pd–Ketua RW 06, PPN Bukit Indah, Kelurahan Seketeng, Sumbawa, Kamis (6/3) siang sekitar pukul 10.30 Wita.

amdal

Saat itu Minces meminta kepada dua orang anggota yang masih bintara remaja ini untuk melonggarkan borgol di tangannya karena mengeluh sakit karena terlalu erat. Anggota pun memenuhi permintaannya, apalagi Minces selalu mengerang kesakitan karena menderita patah tulang rusuk, dan wajah yang babak belur. Rupanya itu hanya akal-akalan tersangka yang sudah pernah beberapa kali melakukan aksi pencurian tersebut. Minces kemudian meminta ijin buang air kecil di kamar mandi. Saat itulah dia kabur dan sempat membuat panik petugas setempat. Pencarian ke sejumlah tempat sudah dilakukan dan akhirnya Tim Buser mengendus keberadaannya di Mataram.

Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi Senin (17/3) mengakui telah tertangkapnya Minces—tahanan yang kabur. Ia menilai kaburnya Minces karena kelengahan anggota, sehingga memberikan deadline waktu selama beberapa hari, Minces harus ditangkap kembali.

Baca Juga  Tertarik Joki Cilik, Dua Turis Jerman Diinterogasi Imigrasi

Kerja keras anggotanya yang tergabung dalam Tim Buser membuahkan hasil. “Sekarang tersangka sudah kami amankan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ucap Kapolres.

Ia berharap kaburnya tahanan ini menjadi pelajaran berharga bagi anggotanya untuk benar-benar melaksanakan tugasnya. Jika lalai, maka akan berisiko terhadap anggota itu sendiri karena akan diberikan sanksi berupa kurungan dan diajukan dalam sidang disiplin. (*)

iklan bapenda