Dukun Santet Tak Terbukti, Polisi Selidiki Kasus Pengrusakan

oleh -0 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (16/03)

AKP Satrio, Kapolsek Lape
AKP Satrio, Kapolsek Lape

Aksi massa dengan merusak kediaman SY di Dusun Lape Atas, Desa Lape, Kecamatan Lape, kini diselidiki aparat kepolisian Polsek setempat. Sebab aksi pengrusakan itu hanya atas dasar kecurigaan tanpa bukti bahwa SY sebagai dukun santet. “Kecurigaan itu tidak terbukti,” kata Kapolsek Lape, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Satrio yang dihubungi Sabtu (15/3).

amdal

Saat aksi pengrusakan itu terjadi, Selasa malam lalu, ungkap Yoyo—akrab Kapolsek disapa, SY bersama istri dan lima orang anaknya sempat diamankan, karena dikhawatirkan akan berisiko terhadap keselamatan jiwanya. Kemudian ditindaklanjuti dalam pertemuan yang difasilitasi Kepala Desa Lape, Drs Johar Arifin. Dalam pertemuan itu terungkap kalau SY tidak pernah mengikuti kegiatan warga termasuk gotong-royong, sehingga memunculkan rasa antipasti terhadapnya. Namun persoalan itu kata Yoyo, bukan menjadi ranahnya, dan pihaknya akan menangani kasus yang berkaitan dengan tindak pidana. “Kami sudah menerima laporan SY terkait aksi pengrusakan dan telah ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP,” akunya, seraya mengaku surat panggilan telah dilayangkan kepada sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya Selasa (18/3) mendatang.

Disinggung keberadaan SY beserta keluarganya pasca pengrusakan itu, Kapolsek mengaku sementara ini menumpang di rumah salah seorang warga.

Seperti diberitakan, kediaman SY dihujani batu Selasa malam. Aksi massa ini karena dipicu adanya isu kalau SY memiliki ilmu santet. Untuk menetralisir situasi Kades beserta aparat kepolisian dan TNI terjun ke lapangan, sekaligus mengamankan terduga beserta keluarganya. Pertemuan pun digelar menghadirkan SY. Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah unsur itu, massa tetap meminta agar SY hengkang dari kampung tersebut.

Baca Juga  Oknum Kades Padesa Dituntut 5 Bulan Penjara

Namun SY membantah menganut ilmu hitam sebagaimana tuduhan warga. “Saya tidak menganut ilmu hitam dan Saya berani bersumpah apapun, meskipun harus sumpah pocong, dan tudingan ini adalah fitnah,” ujarnya.

SY mengaku tudingan ini telah dilaporkan kepada ketua RT dan kepala dusun (Kadus) serta ke Kapolsek Lape, Selasa sore. Namun malam harinya, sekitar pukul 21.00 Wita, rumahnya dihujani batu. Ia mengaku terpaksa angkat kaki dari dusun ini dan telah mengemasi seluruh barangnya. Sebab rumah yang ia tempati sudah hancur dilempari massa. (Gaj)

iklan bapenda