Kades Penyaring Dipolisikan

oleh -3 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (13/03)

Ilustrasi: Foto memoarema.com
Ilustrasi: Foto memoarema.com

Kades Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, Masharuddin, resmi dipolisikan seorang warganya, Selasa (11/3) malam. Hal ini terjadi setelah oknum kades tersebut diduga menganiaya seorang warganya,  Syarafuddin (42). Kasus yang terjadi di kantor desa tersebut dipicu persoalan air sumur.

amdal

Adanya laporan ini dibenarkan Kapolsek Moyo Hilir, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Abdul Sani yang dikonfirmasi, Rabu (12/3) petang.

Laporan itu sebut Sani—akrab kapolsek ramah ini disapa, tercatat dengan No. LP/10/III/2014/Res Sumbawa/Sek My Hilir, tertanggal 11 Maret 2014. Saat melaporkan kasusnya, korban (pelapor) menuturkan kronologis kejadiannya. Berawal ketika korban menyedot air di sumur yang digunakan untuk mengairi sawahnya. Setelah itu korban beranjak ke kantor desa untuk mengambil blangko akta kelahiran. Di kantor itu korban mengaku terlibat cekcok dengan Sekdes setempat, Arifin yang menegurnya karena menyedot air sumur. Mendengar keributan itu, Kades yang kebetulan ada di ruangan tersebut ikut memarahi korban. “Korban saat itu menjawab, memangnya air yang disedotnya itu adalah air kades,” kata Kapolsek meniru penuturan korban.

Mendengar jawaban itu, kades marah langsung meninju korban. akibatnya korban menderita luka di batang hidung dan bibirnya.

“Kami masih meminta keterangan korban, dan ini masih keterangan sepihak,” kata Kapolsek Sani.

Untuk mengkonfrontir keterangan korban sebagai saksi pelapor ini, Kapolsek mengaku sudah melayangkan surat panggilan kepada empat orang saksi yakni sekdes Arifin dan tiga stafnya yakni Yasin, Sri dan Dicki. “Rencananya kami meminta keterangan para saksi ini Jumat lusa,” ujarnya.

Baca Juga  Polisi Selidik Kredit Macet Bank NTB

Sedangkan untuk pemanggilan kepala desa, Masharuddin, Kapolsek Sani mengatakan akan melayangkan surat permohonan kepada Bupati Sumbawa. Surat tersebut saat ini sedang dibuat untuk segera diajukan.

Sementara Kades Penyaring, Masharuddin yang dihubungi via telepon seluler, Rabu sore, belum sempat memberikan klarifikasi. Saat wartawan mengajukan pertanyaan, tiba-tiba komunikasi terputus. Ketika kembali dihubungi beberapa kali, handphone sang kades sudah tidak nyambung lagi. (*)

iklan bapenda