Seleksi OSN SMA Tingkat Kabupaten 1 April

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (12/03)

M Shalahuddin MA SH, Kasi Kurikulum Dinas Diknas Sumbawa
M Shalahuddin MA SH, Kasi Kurikulum Dinas Diknas Sumbawa

Seleksi Olimpiade SAINS Siswa Nasional (OSN) tingkat SMA berbeda dengan tingkat SMP yang dimulai dari level sub rayon. Untuk tingkat SMA langsung digelar di tingkat kabupaten. “Ini sistem dari pusat. Jadi untuk tingkat SMA tidak ada seleksi OSN di level bawah, tapi langsung tingkat kabupaten,” kata Kadis Diknas Sumbawa melalui Kasi Kurikulum dan Kesiswaan Dikmen, Shalahuddin MA SH.

amdal

Seleksi OSN SMA akan dilaksanakan 1 April mendatang. Dari 25 SMA yang ada di Kabupaten Sumbawa, Dinas Diknas hanya mengundang 20 sekolah. Sedangkan sekolah yang ada di wilayah Orong Telu, Batu Rotok, Tepal dan Pulau Moyo, tidak dilibatkan. Faktor geografis menjadi pertimbangan utama mengapa sekolah-sekolah yang ada di wilayah tersebut tidak diikutsertakan.

Kak Bho—sapaan akrabnya menambahkan, untuk tingkat SMA ada 9 mata pelajaran yang diujikan yakni Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Komputer, Astronomi, Ekonomi, Kebumian dan Geografi. Setiap sekolah akan mengirimkan 24 siswa terbaiknya, dan untuk satu mata pelajaran diikuti tiga siswa. “Materi soalnya dibuat langsung dari Jakarta, yang seleksinya nantinya dipusatkan di SMA Negeri 3 Sumbawa,” terang Kak Bho.

Dari seleksi ini akan dijaring sebanyak 24 peserta atau juara pertama, kedua dan ketiga masing-masing mata pelajaran untuk diikutsertakan dalam olimpiade serupa tingkat provinsi yang digelar akhir April dan awal Mei. “Untuk penentuan pemenang tingkat provinsi tidak menggunakan sistem juara I, II dan III tapi berdasarkan penilaian tertinggi,” timpalnya.

Baca Juga  Pesan Bang Zul untuk Alumni Ponpes di Era Globalisasi

Tahun lalu, ada 6 siswa dari Kabupaten Sumbawa yang berhasil mewakili NTB ke tingkat nasional. Mereka adalah 4 pelajar SMA dan 2 pelajar Inklusi. Di kejuaraan tingkat nasional itu, pelajar Sumbawa berhasil menyumbangkan medali perunggu untuk mata pelajaran IPA Inklusi. “Tahun ini kita tetap optimis ada pelajar dari Sumbawa yang lolos ke nasional. Untuk pembinaan lebih lanjut di tingkat provinsi kita tetap menjalin kerjasama dengan Centrion Institute Bandung (CIB). Pembinaan ini akan dilakukan selama 10 hari,” pungkasnya.

iklan bapenda