Ditemukan Mayat Kakek Dipenuhi Belatung

oleh -4 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (09/03)

Meninggal, Nuralim (80) warga Desa Labuan Alas
Meninggal, Nuralim (80) warga Desa Labuan Alas

Warga Desa Labuan Alas, Kecamatan Alas, dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat di wilayah pegunungan setempat, Sabtu (8/3) malam. Mayat berjenis kelamin laki-laki itu sudah membusuk dan mengeluarkan bau yang cukup menyengat. Hasil identifikasi, jasad naas ini adalah Nuralim (80) alias Amaq Iyuk, waga RT 01 RW 06, Dusun Tarum, Desa Labuan Alas, Kecamatan Alas.

amdal

Korban yang diperkirakan sudah meninggal dunia lima hari yang lalu ini pertamakali ditemukan Sofyan (25) cucunya sendiri, sekitar pukul 21.00 Wita. Saat ditemukan jasad kakek tersebut sudah dipenuhi belatung.  Penemuan yang mengerikan ini langsung dilaporkan kepada kepala desa setempat Rustam Efendi yang selanjutnya menghubungi pihak kepolisian Sektor Alas.

Kepada Gaung NTB, Sofyan, mengatakan bahwa kakeknya baru diketahui keluarga tadi siang (Sabtu siang) bahwa sekitar lima hari ini tidak kelihatan. Tanpa membuang waktu keluarga melakukan pencarian di beberapa titik, termasuk dalam Kota Alas. Setelah magrib keluarga memilih mencari di sekitar pegunungan desa setempat, karena biasanya sang kakek kerap mencari buah lontar (buah jontal). Benar saja, setelah beberapa jam pencarian tepatnya sekitar pukul 21.00 tadi malam, korban ditemukan dalam keadaan telungkup dan bau sangat menyengat. Korban yang dalam keadaan tidak memakai baju ini sudah dipenuhi belatung. Parang beserta sarungnya masih terikat di pinggangnya, dan tangannya masih memegang dua buah lontar (buah jontal). “Mungkin kakek saya lelah ketika hendak mencari buah lontar,” kata Sofyan.

Baca Juga  Penambang di Lantung Tewas Dibantai

Mendapat informasi tersebut, pihak kepolisian Sektor Alas langsung terjun kelokasi.

Kapolsek Alas, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ibrahim, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Setelah melakukan olah TKP termasuk visum et repertum oleh tim medis Puskesmas Alas, jasad korban dievakuasi menggunakan mobil ambulance lalu diserahkan kepada pihak keluarga. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, tapi kami tetap melakukan penyelidikan,” demikian Ibrahim.

Sementara keluarga menolak untuk dilakukan otopsi karena jasad Nuralim alias Amaq Iyuk sudah hampir hancur. Dan sekitar pukul 03.00 Minggu (9/3) dinihari, mayat tersebut langsung dikebumikan di pemakaman umum desa setempat. (*)

iklan bapenda