Polisi Tangkap Otak Pelaku Pembunuhan Batu Lanteh

oleh -2 views
Terduga Pelaku saat digiring polisi ke ruang tahanan
bankntb

Sumbawa Besar, SR (08/03)

Terduga Pelaku Pembunuhan Batu Lanteh
Terduga Pelaku Pembunuhan Batu Lanteh

Pengembangan penyidikan terhadap tiga tersangka kasus pembunuhan Hayat Sabang (60) seorang kakek yang tinggal di Sampang Kuang Rea, Desa Batu Rotok, Kecamatan Batu Lanteh, mengungkap siapa otak pelakunya.

amdal

Sebelumnya US (19), SO (22) dan DN (21)—tiga petani asal Batu Rotok ini ditangkap Kamis (6/3) lalu. Hasil pemeriksaan, ketiganya menyebut nama BA sebagai komandan dalam melakukan eksekusi terhadap korbannya.

Tanpa membuang waktu, jajaran Polsek Batu Lanteh yang dipimpin Kapolseknya, IPDA I Made Surana melakukan pencarian dan berhasil menangkap BA di wilayah Desa Batu Rotok, Jumat (7/3). Saat berita ini naik cetak, BA masih dalam perjalanan menuju Polres Sumbawa, mengingat medan yang ditempuh selain cukup jauh juga melewati lembah dan ngarai.

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM, yang dikonfirmasi, tadi pagi, mengakui semua yang terlibat pembunuhan Hayat Sabang, sudah tertangkap. Untuk mengungkap motif dari kejadian itu, polisi akan mengorek keterangan BA yang disebut sebagai otaknya. “Saat ini BA masih dalam perjalanan, dan setelah dimintai keterangannya nanti barulah kami ketahui apa motif di balik kasus pembuhan seorang kakek ini,” jelas AKBP Karsiman—akrab perwira dengan dua melati di pundak ini.

Untuk diketahui dengan terungkapnya kasus pembunuhan Batu Lanteh ini, sebut AKBP Karsiman, berarti sudah tiga dari lima kasus pembunuhan yang terungkap sejak dirinya menjabat sebagai Kapolres Sumbawa. Tiga kasus itu adalah pembunuhan Rebecca Helona, Nurul Hakiki dan sekarang Hayat Sabang. Sedangkan dua kasus pembunuhan lainnya yakni kasus pembunuhan Umar Sain alias Alen warga Desa Mamak, Kecamatan Lopok, 10 September 2013 dan pembunuhan Jalaluddin warga Dusun Abadi, Desa Gapit, Kecamatan Empang, akhir Oktober 2013, masih dalam penyelidikan intensif. Ia berharap dua kasus itu dapat terungkap.

Baca Juga  Kontraktor Kapal Perintis Dicecar 50 Pertanyaan

Sementara itu informasi yang diserap di lapangan, kasus pembunuhan Hayat Sabang itu diduga berlatar perampokan. Sebab uang korban sebesar Rp 4 juta raib. Dan dari pengakuan tiga tersangka yang ditangkap, mereka diberikan bagian masing-masing Rp 450 ribu oleh BA—selaku otak tersangka.

Seperti diberitakan, kasus pembunuhan ini terjadi 10 Januari 2014 lalu. Bermula dari ditemukannya korban (Hayat Sabang) dalam kondisi bersimbah darah di wilayah kebunnya yang berjarak sekitar tiga kilometer dari pemukiman setempat. Jasad korban baru bisa dievakuasi polisi setelah dua hari kemudian mengingat medan yang sangat jauh dan sulit dijangkau.

Penyelidikan juga mengalami kendala, salah satunya sulitnya mendatangkan saksi dalam waktu segera. Namun berkat kesabaran dan kerja keras, akhirnya polisi mengidentifikasi para tersangka sekaligus dilakukan penangkapan.

iklan bapenda