Meriahnya Syukuran Laut Ala Nelayan Labu Bua

oleh -0 views
Ilustrasi, Syukuran Laut, upaya melestarikan tradisi
bankntb

Sumbawa Besar, SR (08/03)

Ilustrasi, foto poskota.co.id
Ilustrasi, foto poskota.co.id

Masyarakat Dusun Labuan Bua, Desa Pukat, Kecamatan Utan, menggelar syukuran laut (Basanturen Let) di Dermaga Labuhan Bua, Kamis (6/3).

Kegiatan yang sudah menjadi tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur masyarakat nelayan Labuhan Bua atas nikmat yang telah dilimpahkan Allah SWT. Kegiatan ini tidak hanya melanjutkan tradisi, melainkan untuk memberi nilai tambah dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Artinya, dengan pelaksanaan syukuran laut, rasa kebersamaan dan kekompakan masyarakat bisa lebih ditingkatkan guna menunjang suksesnya program pembangunan dalam berbagai bidang, khususnya bidang kelautan dan perikanan. Di antaranya, mengembangkan potensi pesisir dan lautan untuk berbagai kegiatan perikanan baik penangkapan ikan maupun kegiatan budidaya yang dapat memberikan kontribusi besar dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat nelayan. “Syukuran laut ini merupakan wujud rasa syukur kita atas keselamatan dan keberhasilan masyarakat nelayan,” kata Bupati Sumbawa Drs H Jamaluddin Malik yang hadir dalam acara tersebut.

Drs H Jamaluddin Malik
Drs H Jamaluddin Malik

Ia menilai kegiatan Basanturen Let ini sesuatu yang sangat positif agar warga masyarakat selalu pandai bersyukur. Sebab sebagaimana diyakini bahwa pandai bersyukur maka nikmat dan rahmat Allah akan semakin bertambah. “Saya ingatkan jangan sampai mencampuri urusan adat dengan agama. Dengan adanya syukuran ini, bukan berarti kita meminta rezeki kepada laut. Syukuran ini agar dijadikan motivasi untuk terus beribadah dan bersyukur kepada Allah dan tetap mengingat batas antara adat dan agama,” ujarnya.

Baca Juga  Jelang Pilkada, Wagub NTB dan Bupati Ingatkan Jaga Kondusifitas

Secara khusus, Bupati menilai kegiatan tersebut bagian dari upaya mempertahankan kondisi masyarakat yang sejahtera secara spiritual, yang dalam bahasa Sumbawa dikenal dengan istilah senap semu. “Masyarakat yang senap semu adalah masyarakat yang senantiasa diliputi oleh suasana kedamaian, ketentraman dan kesyukuran atas berkah Allah SWT sebagaimana yang nampak pada masyarakat Dusun Labuhan Bua,” ucapnya.

Tradisi syukuran laut ini juga bagian dari upaya mempertahankan tradisi budaya daerah, di tengah derasnya arus globalisasi informasi. Sebab betapa pentingnya memelihara nilai-nilai luhur budaya dalam rangka memperkokoh jati diri bangsa, dan jati diri Tau Samawa. Berdasarkan pengalaman sejarah peradaban umat manusia, ungkap JM—akrab Bupati disapa, bangsa yang tidak mampu mempertahankan jati dirinya, lambat laun akan mengalami kemunduran, bahkan kehancuran.

Pantauan di lapangan, ribuan masyarakat memadati pesisir Labuan Bua. Selain terlibat langsung dalam kegiatan itu, juga banyak masyarakat dari sejumlah kecamatan yang tertarik untuk ikut menonton.

iklan bapenda