Aksi Pencurian Ternak Digagalkan

oleh -1 views
ilustrasi, ternak sapi
bankntb
sandal pelaku
sandal pelaku

Sumbawa Besar, SR (06/03)

Drs Iwan Sofyan, Camat Alas Barat
Drs Iwan Sofyan, Camat Alas Barat

Aksi pencurian ternak masih saja terjadi di wilayah Kecamatan Alas Barat. Namun aksi yang dilakukan kawanan tersebut, Kamis (6/3) dinihari sekitar pukul 01.30 Wita, berhasil digagalkan jajaran Muspika setempat yang dibantu warga. Dua dari empat ekor sapi yang sempat dibawa para pelaku ditemukan di pinggir sungai wilayah Desa Gontar Baru, sedangkan dua ekor lainnya terlepas dan hingga kini masih dalam pencarian.  

amdal

Camat Alas Barat, Drs Iwan Sofyan yang dikonfirmasi, Kamis (6/3) siang, mengatakan, hampir setiap minggu masyarakatnya kerap diganggu kawanan pencurian ternak. Dalam aksinya mereka datang melalui jalur laut menggunakan dua kapal bodi yang disandarkan di bibir pantai, biasanya di Gili Kalong (wilayah sengketa Sumbawa—KSB), maupun di pesisir Gontar Baru. Kuat dugaan kawanan ini bekerjasama dengan ‘orang dalam’ yang menetap di sekitar lokasi aksi.

Kasus yang paling anyar terjadi Kamis (6/3) dinihari. Kawanan yang diperkirakan membawa senjata api ini mendatangi kandang milik dua warga Dusun Hijrah, Desa Usar Mapin. Saat pemilik ternak, Amaq Kabul dan tetangganya hendak keluar, langsung diancam akan ditembak, dengan membunyikan letusan ke udara. Tentu saja pemilik ternak takut keluar malah mengunci rapat-rapat pintunya. Dengan leluasa kawanan yang diduga ‘orang dalam’ karena menggunakan Bahasa Sumbawa, mengambil empat ekor sapi di kandang belakang rumah korban. Selanjutnya sapi itu digiring dan hilang di kegelapan malam. Ternyata suara tembakan itu didengar warga yang tengah menggiatkan siskamling yang kemudian melalui Kades Usar Mapin menghubungi camat. “Saya yang kebetulan standby di kantor langsung mengajak staf berkoordinasi dengan Kapolsek dan Danramil,” aku Camat Iwan Sofian.

Baca Juga  Dua Pengedar Tramadol Diringkus, Polisi Sita 2.520 Strip

Malam itu juga mereka bergerak bersama warga menuju arah letusan dan ternyata mendapati warga yang kehilangan ternak tersebut. Selanjutnya mereka menyisir jejak kawanan ini menyusuri sungai dan kebun hingga akhirnya tiba di sebuah tempat tidak jauh dari pesisir pantai. Tampak dua ekor sapi yang ternyata milik Amaq Kabul diikat di sebatang pohon dengan kepala mendongak ke atas. Di TKP ditemukan sepasang sandal diduga milik pelaku. Sedangkan dua ekor lainnya milik tetangga Amaq Kabul, digiring dua orang pelaku menuju kapal yang sudah standby. Mengetahui massa mendekat, para pelaku kabur meninggalkan dua ekor sapi itu. Kini sapi tersebut dalam pencarian karena lepas dan lari ke arah persawahan.

Hingga menjelang subuh sekitar pukul 03.00 Wita, terdengar informasi warga hendak menjemput paksa seorang warga Dusun Hijrah Baru, Desa Usar Mapin berinisial S yang dicurigai bagian dari komplotan pencurian ternak.

Camat, Kapolsek, dan kepala desa setempat langsung mengambil tindakan mengamankan S sebelum dijemput warga. Kemudian S dibawa ke Kecamatan Alas menggunakan mobil dinas camat dan dikawal Kapolsek beserta anggotanya.

Saat menjemput S di kediamannya, dua orang rekannya kabur meninggalkan hanphone merk Nokia. Memang kediaman S kerap dikunjungi tamu yang tidak diketahui identitasnya pada malam hari. “Kami langsung mengamankan HP itu, dan saat dicek ternyata terdapat sederet nama dan SMS yang masuk, selain dari orang luar ada juga orang dalam,” katanya.

Baca Juga  Terduga Provokator Kerusuhan KSB Jadi Tahanan Jaksa

Anehnya dalam handphone tersebut nama belakang pengirim SMS sama. Di belakangnya pasti tertulis “Gondrong”. “Kita belum menyimpulkan S terlibat atau tidak, karena masih memerlukan pendalaman. Persoalan ini sudah kami serahkan kepada kapolsek dan jajarannya untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Camat Iwan.

Selang beberapa menit, Camat mengaku dihubungi Kades Gontar Baru, Ust Arifin menginformasikan ada dua kapal bodi yang standby di pesisir pantai. Kuat dugaan kapal itu tengah menunggu rekannya yang tengah beraksi. “Ketika kami mendekat, mereka ngacir. Di pesisir ada balok yang diikat di pohon bakau, maksudnya untuk memudahkan para pelaku memindahkan ternak hasil pencuriannya,” imbuhnya.

Untuk diketahui, siskamling di Alas Barat cukup aktif. Dengan ketatnya pengamanan lingkungan ini membuat para pelaku berpindah lokasi sehingga terdengar informasi beraksi di Kecamatan Buer, dan Balat KSB.

Sementara itu Kapolres Sumbawa, AKBP Karsiman SIK MM yang ditemui terpisah, mengakui adanya aksi pencurian ternak dan berhasil digagalkan Polsek Alas Barat dan muspika setempat yang dibantu warga. Terhadap adanya kecurigaan ‘orang dalam’ yang terlibat, Kapolres mengaku telah memerintahkan kapolsek untuk mengintensifkan penyelidikan.

iklan bapenda