oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR (06/03)

Pendi, terduga curas
Pendi, terduga curas

Penyelidikan kasus perampokan yang terjadi di Toko Emas “Matahari” Komplek Terminal Alas, Kecamatan Alas, beberapa hari lalu, menemui titik terang. Hal ini setelah Tim Buru Sergap (Buser) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, membekuk AS alias Pendi (30) warga Kecamatan Buer, Rabu (5/3) dinihari. Dari tangannya, tim yang dipimpin Brigadir Hari Rustaman SH ini, menyita dua buah cincin emas seberat 25 gram. Cincin tersebut identik dengan perhiasan emas yang dirampok di Toko Emas Matahari milik Hj Maskanah, Jumat (28/2) lalu.

amdal

Kapolres Sumbawa, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Karsiman SIK MM yang dikonfirmasi, Rabu (5/3), mengatakan, penangkapan Pendi ini berdasarkan pengembangan penyelidikan terhadap beberapa petunjuk yang dihimpun di lapangan. Saat ditangkap di kediamannya, Pendi membantah terlibat melakukan aksi perampokan. Mengenai barang bukti perhiasan emas yang ditemukan dari tangannya, diakuinya hasil penemuan. Namun saat dalam pemeriksaan, keterangan Pendi terkait lokasi penemuan perhiasan itu berubah-ubah, kadang di jalan, dari teman dan di sebuah baruga. Selain itu suara dan bentuk tubuh pelaku perampokan yang dikenali korban, identik dengan Pendi.

Saat ini polisi masih mendalami penyidikan, dan Pendi telah diamankan guna proses lebih lanjut. Pendi dijerat pasal 365 KUHP jo 480 KUHP yakni persekongkolan untuk melakukan pencurian dengan kekerasan (curas).

Untuk diketahui, aksi perampokan di Toko Emas itu menguras perhiasan senilai Rp 1 miliar. Dalam aksinya perampok yang diperkirakan empat orang, dua di antaranya masuk ke dalam, mengenakan cadar atau topeng. Untuk memburu para pelaku, lanjut Kapolres, pihaknya menggandeng Tim Buser Polda NTB.

Baca Juga  Kepergok Curi Motor, Spesialis Curanmor Tertangkap

Ia berharap para pelaku yang sangat meresahkan ini dapat segera tertangkap.

Seperti diberitakan kawanan bercadar ini beraksi di siang bolong saat warga setempat sedang melaksanakan sholat Jumat, termasuk pemilik toko, H Hamdini. Di toko hanya ada istrinya Hj Maskanah dan putrinya.

Di dalam toko yang berlokasi di Jalan Pahlawan No. 56 Komplek Pertokoan Terminal Alas ini, Hj Maskanah dan putrinya dibuat tak berkutik di bawah todongan senjata tajam.

Aksi ini nyaris tak diketahui siapapun karena situasi jalan raya dan sekitarnya sedang sepi, karena semua warga laki-laki sedang berada di masjid, sedangkan wanitanya tengah tidur siang. Selain itu korban juga tidak meminta bantuan kepada warga setempat, tapi meluncur ke Bank NTB Cabang Pembantu Alas untuk memblokir rekeningnya. Sebab selain perhiasan emas dan uang, para pelaku juga membawa kabur tas berisi surat penting, ATM dan buku rekening bank. Korban baru melaporkan kasusnya setelah disarankan Petugas Satpam bank setempat.

iklan bapenda