Dikeluhkan Tarif Rawat Inap RSUP Sumbawa

oleh -19 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR
Pemberlakuan tariff baru bagi pasien rawat inap di RSUP Sumbawa, mendapat sorotan. Tarif yang berdasarkan Perda NTB No. 09 Tahun 2013 dan mulai diberlakukan Pebruari 2014 ini dinilai cukup tinggi jika dibandingkan dengan ketentuan Pergub NTB sebelumnya. Selain itu kenaikan tarif ini tidak disosialisasikan. Menanggapi keluhan itu, Direktur RSUP Sumbawa, drg T Tri Waluyo MPH yang coba dihubungi gagal dikonfirmasi Selasa (25/2) karena sedang tugas dinas ke Mataram.

Sementara Kepala Tata Usaha, Baharuddin SH membantah tariff rawat inap yang diberlakukan itu memberatkan pasien. Disebutkannya, perbandingan antara Pergub NTB No. 4 Tahun 2010 yang diberlakukan sebelumnya untuk biaya rawat inap, semalam dikenakan biaya terendah dan tertinggi sesuai kelas antara Rp 14.700–Rp 395.000. sementara Pergub NTB No. 9 Tahun 2013 yang baru diberlakukan Pebruari ini berkisar antara Rp 53.000–Rp 395.000. “Ini sudah kami sosialisasikan kepada masyarakat (pasien) yang datang berobat ke RSUP Sumbawa,” elaknya.

amdal

Diakuinya sekitar dua pekan lalu ada pasien beserta keluarganya asal Moyo yang sempat melakukan rawat inap di kamar berkelas. Saat sembuh dan pulang, keluarga pasien keberatan dengan sodoran administrasi pembayarannya. Ini terjadi karena miss komunikasi petugas dengan pasien. Terungkap saat pasien masuk dan menjalani rawat inap masih berlaku ketentuan tarif yang diatur Pergub NTB No. 4 Tahun 2010, ketika keluar sudah berlaku Perda NTB No. 9 Tahun 2013. Namun persoalan ini selesai dengan kebijakan pasien itu membayar menggunakan tarif Pergub NTB lama.

Baca Juga  Penting Diketahui, ini Persyaratan Wajib Perjalanan Udara Masa Waspada Covid-19

Menyangkut soal pendapatan retribusi pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap Tahun 2013 lalu, Bahar mengaku pencapaiannya melebihi target. Dari Rp
1,096 miliar yang ditargetkan, terealisasi Rp 1,7 miliar. Dengan kenyataan ini, Propinsi menaikkan target 2014 mencapai Rp 1,205 miliar. “Kami optimis mampu meraih target itu, dengan cara meningkatkan pelayana,” demikian Bahar.

iklan bapenda