Sekolah Pulangkan PWR dan WH

oleh -1 views
bankntb

Sumbawa Besar, SR
Sekolah tempat PWR alias Pawan (18) dan WH (18), mengenyam pendidikan selama ini bakal menggembalikan keduanya kepada orang tua mereka.
Kebijakan ini diambil menurut kepala sekolah setempat, Drs Abdul Kasum, karena sesuai tata tertib sekolah tindakan keduanya tidak bisa ditolelir lagi sebab masuk dalam kategori pelanggaran berat.
Seperti diketahui PWR dan WH bersama rekannya IK (16) pelajar SMA di wilayah Plampang, merupakan komplotan “Vixion Merah Putih” yang paling dicari aparat kepolisian, karena sepak terjangnya dalam melakukan aksi penjambretan sangat meresahkan.

Ketiga pemuda yang masih bertatus pelajar ini ditangkap di kos-kosannya di wilayah Desa Nijang Kecamatan Unter Iwes, sesaat setelah melakukan aksi terakhirnya menjambret pengendara sepeda motor yang melintas Jalan Garuda—Tugu Karapan Kerbau depan Bandara Sultan Kaharuddin Sumbawa oleh Tim Buru Sergap (Buser) Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa, Kamis (13/2) malam sekitar pukul 21.00 Wita.

amdal

Ditemui SR, kemarin, Abdul Kasum, menegaskan pihak sekolah sempat kaget dan tidak menyangka bahwa keduanya merupakan otak pelaku penjambretan.
Dijelaskannya, PWR dan WH yang merupakan siswa pindahan dari salah satu SMA di Kecamatan Plampang ini, termasuk siswa yang sering membolos. Keduanya pun sempat mendapat peringatan keras dari pihak sekolah selama dua kali, dan telah membuat surat perjanjian untuk tidak menggulangi lagi perbuatannya (bolos sekolah). “Pembinaan tetap kami berikan sebagai bentuk tanggungjawab sekolah terhadap siswa. Orang tua keduanya juga kerap sekolah panggil untuk memberikan pembinaan,” ujarnya.
Agar perbuatan keduannya tidak menular ke siswa lainnya sambung Abdul Kasum, pihak sekolah akan lebih memperketat pengawasan dengan melibatkan orang tua siswa.

Baca Juga  Pemukulan Gong Tandai Dimulainya Festival Moyo Utara II

Penegakan tata tertib sekolah, pengembangan pendidikan karakter dan pembinaan imtaq bakal lebih dioptimalkan lagi. Namun, ini semua tambahnya harus didukung penuh oleh orang tua murid sebab pembinaan dan pengawasan terhadap siswa tidak mesti diserahkan kepada pihak sekolah semata. “Pembinaan siswa ini merupakan tanggajungjawab kita bersama. Sekolah memiliki keterbatasan. Disinilah perang orang tua dalam memantau prilaku anaknya sangat diperlukan,” pungkasnya.

iklan bapenda